
Pemprov NTT menargetkan penyerapan KUR 2026 lebih dari Rp3 triliun

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama tahun 2026 dapat melampaui angka Rp3 triliun.
“Untuk NTT ini potensinya sangat besar, ada contoh wilayah di NTT yang mampu menyerap kredit hingga ratusan miliar rupiah dengan kredit bermasalah nol persen,” kata Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kupang, Minggu.
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan potensi penyaluran KUR, di wilayah Nusa Tenggara Timur yang saat ini dinilai jumlah KUR-nya akan bertambah dibandingkan tahun 2025.
Ini bukti bahwa pembiayaan UMKM bisa sehat bila dikelola dengan baik, didukung pendampingan dan literasi keuangan yang kuat.
Dia mengatakan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong optimalisasi penyaluran KUR dengan tetap mengedepankan mekanisme perbankan yang sehat dan akuntabel.
Melki menambahkan pemerintah daerah dapat membantu mengusulkan calon penerima yang kesulitan mengakses bank, tetapi seluruh proses tetap melalui analisis perbankan.
“Kuncinya ada pada penyerapan di daerah jika alokasi terserap optimal, pemerintah pusat siap menambah plafon KUR bagi NTT,” ujar dia.
Dia juga memetakan empat tantangan utama UMKM NTT yakni akses modal, pendampingan usaha, literasi keuangan dan akses pasar.
Perbankan, menurut dia, berperan pada pembiayaan dan pendampingan manajemen usaha, kemudian literasi keuangan harus diperkuat agar pengusaha UMKM mengelola pinjaman secara bijak.
Saat ini yang dilakukan pemerintah daerah adalah menyiapkan pasarnya bagi para pengusaha UMKM. Karena itu dirinya Bersama wakilnya Johni Asadoma terus mengembangkan NTT Mart yang kini sudah hamper mencapai 22 gerai etalase produk lokal.
"Saya mengundang seluruh pelaku UMKM, termasuk dari komunitas media, memanfaatkan ruang ini," ujar dia.
Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengatakan pihaknya merencanakan penyaluran KUR pada 2026 dengan kuota mencapai Rp350 miliar yang difokuskan untuk mendukung pelaku UMKM serta skema khusus bagi pekerja migran.
“Penyaluran KUR Bank NTT memang beberapa waktu lalu sempat dihentikan karena adanya kredit bermasalah yang cukup besar. Namun, pada 2026 kami sudah mendapatkan kuota KUR sebesar Rp350 miliar, di mana Rp50 miliar dialokasikan untuk pekerja migran,” kata di Kupang.
Ia menjelaskan KUR 2026 tersebut disiapkan dengan perincian Rp100 miliar untuk KUR mikro, Rp200 miliar untuk KUR kecil dan Rp50 miliar untuk KUR penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
