
Gubernur NTT: Kepala sekolah harus berbasis kinerja dan berintegritas

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menegaskan bahwa kepala sekolah harus mengedepankan kepemimpinan berbasis kinerja dan integritas dalam mendorong kemajuan pendidikan di daerah itu.
“Jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi struktural, melainkan mandat profesional yang harus dibuktikan melalui capaian nyata,” katanya saat melantik 104 kepala SMA/SMK/SLB di Aula Utama El Tari, Kupang, Rabu.
Ia menekankan, kepala sekolah tidak cukup hanya berperan sebagai administrator, tetapi harus menjadi pemimpin pembelajaran yang memastikan proses pendidikan berjalan efektif dan berkualitas.
“Kepala sekolah harus hadir sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu meningkatkan mutu peserta didik dan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan kepemimpinan sekolah harus terukur melalui indikator konkret seperti peningkatan prestasi siswa, penurunan angka putus sekolah, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya integritas dalam pengelolaan pendidikan, termasuk transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan yang merugikan peserta didik maupun masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta kepala sekolah memanfaatkan hasil asesmen pendidikan, termasuk tes kemampuan akademik (TKA), sebagai dasar perbaikan mutu pembelajaran.
“Hasil TKA harus dianalisis dan ditindaklanjuti dengan langkah konkret, bukan sekadar menjadi angka statistik,” katanya.
Pemprov NTT juga mendorong penguatan pendidikan produktif melalui program One School One Product (OSOP), serta peningkatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri, khususnya bagi sekolah kejuruan.
Melki menambahkan, kemajuan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
“Jadilah pemimpin yang menjadi teladan, bekerja nyata, dan membawa harapan bagi masyarakat,” ujarnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
