Logo Header Antaranews Kupang

Iran: Selat Hormuz dibuka jika kerugian akibat perang dibayar

Senin, 6 April 2026 14:13 WIB
Image Print
Ilustrasi - Negara-negara Teluk dan Selat Hormuz, jalur perlintasan minyak dunia. (ANTARA/Anadolu/py/pri.)

Istanbul (ANTARA) - Kantor Presiden Iran, Minggu (5/4) menyatakan Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali untuk pelayaran jika pendapatan transit digunakan untuk mengganti kerugian akibat perang.

“Selat Hormuz akan dibuka kembali hanya jika sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi seluruh kerusakan akibat perang yang dipaksakan,” kata Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai, dalam pernyataan di platform media sosial X.

Tabatabai juga mengkritik tajam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan mengatakan Trump “melontarkan hinaan dan pernyataan tidak masuk akal karena putus asa dan marah,” serta menuduhnya “memulai perang skala penuh di kawasan dan tetap membanggakannya.”

Kawasan itu berada dalam kondisi siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri.

Iran kemudian juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Pendapatan transit Selat Hormuz jadi kompensasi kerugian perang



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026