
Pertamina: Konsumsi LPG-BBM di NTT naik selama Satgas RAFI 2026

Untuk wilayah NTT yang sudah mulai menggunakan produk LPG, terjadi kenaikan konsumsi dari kondisi normal 10 metrik ton (MT) per hari menjadi 12,71 MT per hari atau naik sekitar 27 persen,”
Kupang (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mencatat adanya peningkatan konsumsi energi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa dari Surabaya, Senin mengatakan kenaikan terjadi pada sejumlah produk, terutama LPG dan bahan bakar jenis gasoline, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
“Untuk wilayah NTT yang sudah mulai menggunakan produk LPG, terjadi kenaikan konsumsi dari kondisi normal 10 metrik ton (MT) per hari menjadi 12,71 MT per hari atau naik sekitar 27 persen,” kata Yudha.
Selain itu, konsumsi gasoline tercatat naik 5 persen dari rata-rata normal 1.075 kiloliter (KL) per hari menjadi sekitar 1.129 KL per hari. Kerosene juga mengalami peningkatan sebesar 16 persen dari 435 KL per hari menjadi 504,6 KL per hari.
Sementara itu, konsumsi Avtur meningkat 8 persen dari 120 KL per hari menjadi sekitar 130 KL per hari. Berbeda dengan produk lainnya, gasoil justru mengalami penurunan sekitar 2 persen dari 388 KL per hari menjadi sekitar 380 KL per hari.
“Penurunan gasoil terjadi seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang,” ujarnya.
Yudha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran distribusi energi selama masa Satgas RAFI 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh beserta keluarga mereka,” katanya.
Baca juga: DEN: Pertamina menjaga ketersediaan BBM, masyarakat diharapkan tenang
Baca juga: Pertamina Jatimbalinusra tanggapi isu proyeksi kenaikan harga BBM
Satgas RAFI 2026 yang berlangsung sejak 9 Maret bertugas memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar di seluruh wilayah, khususnya pada momen Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa ketersediaan stok BBM, LPG, dan avtur selama masa Satgas berada dalam kondisi aman dengan ketahanan stok berkisar antara 8 hingga 15 hari, tergantung jenis produk dan wilayah.
Untuk mendukung distribusi di NTT, Pertamina mengoperasikan 9 terminal BBM, 142 SPBU, 11 SPBUN, 7 agen LPG nonsubsidi, serta 6 Aviation Fuel Terminal yang dipantau melalui sistem monitoring 24 jam.
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan berupa 13 SPBU siaga 24 jam, 3 agen LPG siaga, serta 1 unit motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS) yang mobile untuk menjangkau permukiman dan jalur wisata.
Ahad menegaskan, hasil evaluasi Satgas RAFI 2026 akan menjadi dasar peningkatan layanan ke depan.
“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
