Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur NTT mendorong sinergi kampus dan industri guna kembangkan riset

Rabu, 6 Mei 2026 12:45 WIB
Image Print
Gubernur NTT Melki Laka Lena (kiri) berbincang-bincang dengan Kepala BRIN Arif Satria di Kupang, Selasa (5/5/2026). ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri, guna mempercepat pembangunan berbasis riset dan inovasi di wilayah tersebut.

“Kita memiliki begitu banyak potensi, mulai dari pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dikembangkan dengan pendekatan ilmiah berbasis data, riset, dan inovasi,” katanya di Kupang, Selasa, saat menghadiri Rapat Kerja Terpadu Pimpinan Perguruan Tinggi.

Ia menilai potensi besar NTT belum sepenuhnya didukung oleh ekosistem riset yang terintegrasi, sehingga diperlukan peran aktif perguruan tinggi untuk terhubung dengan kebutuhan riil pembangunan daerah.

Gubernur juga mendorong akademisi dan peneliti untuk memanfaatkan berbagai skema pendanaan riset dari pemerintah pusat guna meningkatkan jumlah riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurut dia, sinergi antar-pemangku kepentingan perlu diwujudkan melalui penyelarasan program, penguatan riset terapan, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

“Perguruan tinggi harus menjadi gerbong utama dalam melahirkan inovasi dan gagasan yang membumi serta menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan kekuatan suatu negara ke depan sangat ditentukan oleh kemampuan inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi, bukan semata-mata sumber daya alam.

Ia menyebutkan berdasarkan data permohonan paten global tahun 2024, Indonesia berada di peringkat ke-34 dunia, yang menunjukkan tren positif meskipun masih perlu ditingkatkan untuk bersaing dengan negara maju.

“Kita masih perlu bekerja lebih keras agar mampu sejajar dengan negara-negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan,” katanya.

Arif juga menekankan pentingnya diferensiasi peran perguruan tinggi sebagai teaching university, research university, maupun entrepreneurial university, agar kontribusinya lebih tepat sasaran.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka melaporkan saat ini terdapat 57 perguruan tinggi swasta di wilayah NTT dengan jumlah mahasiswa mencapai 79.003 orang dan dosen aktif sebanyak 3.118 orang, termasuk 18 guru besar.

Ia menyebutkan sebanyak 10,9 persen dosen telah bergelar doktor (S3) dan 87,8 persen bergelar magister (S2). Dari sisi akreditasi, 23,6 persen perguruan tinggi telah meraih akreditasi Baik Sekali dan 74,5 persen berstatus Baik.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026