Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur NTT menekankan peran kampus perkuat SDM berbasis riset

Kamis, 9 April 2026 08:33 WIB
Image Print
Gubernur NTT Melki Laka Lena memberikan sambutan dalam acara pengukuhan tiga guru besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rabu (8/4/2026). ANTARA/HO-Humas Pemprov NTT

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan mendorong pembangunan berbasis riset saat menghadiri pengukuhan tiga guru besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

“Perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Pemerintah membutuhkan dukungan riset akademik untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,” kata dia dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Undana di Kupang, Rabu.

Sebanyak tiga guru besar yang dikukuhkan, yakni Prof Dr Linda W Fanggidae dengan kepakaran Arsitektur dan Perilaku pada Fakultas Sains dan Teknik, Prof Dr Drs William Djani dengan kepakaran Reformasi Kebijakan dalam Pembangunan Kesehatan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Prof Zakaris Seba Ngara dengan kepakaran Fisika Material pada Fakultas Sains dan Teknik.

Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar Undana bertambah menjadi 79 orang. Hal ini memperkuat kapasitas perguruan tinggi itu sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia timur.

Ia menilai kehadiran para guru besar merupakan aset intelektual penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di NTT yang mencakup sektor kesehatan, infrastruktur, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Menurut dia, pembangunan di wilayah kepulauan seperti NTT membutuhkan pendekatan berbasis sains yang dipadukan dengan perspektif humanis agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Undana berperan sebagai think tank yang menyediakan fondasi intelektual bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan di kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergisitas antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi guna mengoptimalkan potensi daerah serta mengatasi tantangan geografis dan sosial-ekonomi.

Rektor Undana Jefri S Bale menyatakan penambahan guru besar menjadi indikator peningkatan kapasitas kelembagaan dalam mencetak kepemimpinan intelektual.

Ia menambahkan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peran akademisi tetap tidak tergantikan karena memiliki kecerdasan humanis yang mencakup empati dan pengalaman empiris.

“AI bisa memberikan teori, tetapi tidak memiliki pengalaman empiris. Guru besar memberikan konteks, makna, serta menghubungkan ilmu dengan realitas di lapangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ketiga guru besar juga menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakaran masing-masing, mulai dari arsitektur berbasis perilaku manusia, reformasi kebijakan publik, hingga inovasi material untuk aplikasi teknologi dan pertanian.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026