Logo Header Antaranews Kupang

Pemerintah menyederhanakan cara penyaluran Dana Indonesiaraya

Sabtu, 23 Mei 2026 08:40 WIB
Image Print
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan diskusi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya memperkuat sistem pendampingan dan penyederhanaan mekanisme administratif Dana Indonesiaraya agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku budaya, komunitas seni, sanggar, serta masyarakat adat di berbagai daerah Indonesia.

Dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, Menbud menilai bahwa berbagai kritik terhadap kerumitan birokrasi pada pelaksanaan tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi bersama.

“Kita ingin ada simplifikasi proses tanpa mengurangi prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ucap Menteri Kebudayaan.

Menbud juga menegaskan bahwa Balai dan Kantor Pelestarian Kebudayaan perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pendampingan kepada para penerima manfaat, termasuk kebutuhan komunitas budaya dan kendala yang dihadapi para pelaku seni di daerah masing-masing.

Kementerian Kebudayaan saat ini tengah menyiapkan pusat layanan pendampingan yang didukung sumber daya manusia dengan kompetensi substansi kebudayaan guna membantu komunitas budaya dalam proses pengajuan, pelaporan, dan pengelolaan program Dana Indonesiaraya.

Lebih lanjut, Menbud menjelaskan bahwa Dana Indonesiaraya diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan strategis kebudayaan, seperti Festival Musik Indonesia (FMI), Anugerah Musik Indonesia (AMI), Sanfest, penulisan buku oleh masyarakat dan sejarawan, hingga penguatan ekonomi budaya di daerah.

Ia menilai pengembangan ekonomi budaya menjadi penting di tengah situasi geopolitik global yang dinamis agar aktivitas budaya dan ekonomi masyarakat tetap bergerak.

“Ekonomi budaya di daerah harus terus hidup. Aktivitas kebudayaan dapat membantu menjaga stabilitas sosial sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung,” jelas Menbud.

Selain Dana Indonesiaraya, pertemuan juga membahas pengembangan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bidang kebudayaan, termasuk pemetaan program studi dan universitas yang relevan untuk mendukung penguatan sektor budaya Indonesia.

Menteri Kebudayaan berharap penerima beasiswa kebudayaan ke depan dapat menjadi duta budaya Indonesia yang berkontribusi aktif dalam diplomasi budaya internasional.

Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi H menyampaikan bahwa LPDP berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola Dana Abadi Kebudayaan agar penyaluran Dana Indonesiaraya dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah diakses oleh para pelaku budaya di seluruh Indonesia.

Menurutnya, sinergi antara LPDP dan Kementerian Kebudayaan menjadi kunci dalam membangun mekanisme pendanaan kebudayaan yang profesional sekaligus adaptif terhadap kebutuhan lapangan.

“Jumlah penerima pemanfaat Dana Abadi Kebudayaan meningkat drastis dari tahun sebelumnya, dan ini menjadi semangat bagi kami untuk bisa menjalankan tugas dengan baik,” tutup Kurniadi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah sederhanakan cara penyaluran Dana Indonesiaraya



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026