Logo Header Antaranews Kupang

Wapres menekankan modernisasi budidaya rumput laut di Rote Ndao

Sabtu, 23 Mei 2026 08:25 WIB
Image Print
Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat berdialog dengan para petani rumput laut saat melakukan kunjungan kerja ke Rote Ndao, Jumat (22/5/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden.

Kupang (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya modernisasi dan hilirisasi rumput laut, saat berdialog dengan para petani rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Hari ini kami khusus ke Rote untuk meninjau pabrik garam dan juga rumput laut. Kita lihat tadi sebenarnya potensinya luar biasa, tapi belum benar-benar dimaksimalkan,” kata Wapres di Rote Ndao, NTT, Jumat.

Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja selama satu hari di Kabupaten Rote Ndao dengan agenda meninjau proyek strategis nasional (PSN) kawasan sentra industri garam nasional (K-SIGN) dan rumput laut di kabupaten terselatan NKRI tersebut.

Gibran mengatakan modernisasi dan hilirisasi rumput laut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional serta hilirisasi komoditas unggulan daerah guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya harus menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan industri pengolahan di daerah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk para petani dan nelayan di wilayah pesisir seperti Rote Ndao.

Dalam dialog tersebut, Wapres menilai potensi budidaya rumput laut di Kabupaten Rote Ndao sangat besar, namun belum dimaksimalkan secara optimal.

Dalam dialog itu petani rumput laut Desa Daiama yang berjumlah sekitar 300 orang menyampaikan sejumlah kebutuhan utama untuk mendukung produktivitas mereka.

Adapun kebutuhan yang disampaikan meliputi tali nilon ukuran 8 mm dan 2 mm, bibit rumput laut, sampan fiber, serta mesin ketinting 0,5 GT.

Menanggapi hal tersebut, Wapres menilai para petani masih menggunakan peralatan yang sangat tradisional sehingga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang lebih modern.

“Saya lihat tadi memang alat-alat yang digunakan masih sangat tradisional sekali. Jadi ini mungkin ke depan butuh alat-alat pengering, gudang, dan mungkin perlu dibutuhkan juga pabrik packaging di sini,” ungkapnya.

Wapres juga mencermati kualitas rumput laut Rote yang dinilai unggul dibandingkan daerah lain, khususnya karena kandungan karaginannya yang tinggi.

Menurut dia, potensi tersebut perlu dipertahankan dan dioptimalkan melalui hilirisasi industri rumput laut.

“Kalau kita sekarang sudah salah satu produsen dan eksportir rumput laut terbesar di dunia, tapi kita tidak boleh kirim barang mentah terus. Jadi harus bisa diolah di sini. Jadi ada hilirisasi rumput laut,” tegas Wapres.

Selain itu, Wapres menekankan perlunya modernisasi di seluruh rantai produksi, mulai dari penggunaan bibit unggul, perbaikan alat produksi dan sampan, hingga penyediaan fasilitas pascapanen seperti pengeringan, gudang, sortir, dan pengemasan.

Menurut Gibran jika pembudidayaannya rumput laut dengan cara tradisional saja sudah berjalan bagus apalagi nanti kalau sudah ada modernisasi.

“Ada bibit unggul, sampannya kita perbaiki, alat-alatnya kita perbaiki. Untuk pascapanennya ada pengeringan, gudang, sortir, packing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, kelompok ibu-ibu petani rumput laut juga menyampaikan harapan adanya bantuan modal usaha berupa tali, bibit, dan sampan untuk mendukung usaha budidaya mereka.

Wapres pun meminta pemerintah daerah melakukan penataan dan pendataan yang lebih detail apabila nantinya ada intervensi maupun bantuan dari pemerintah pusat.

Menurut dia, langkah tersebut penting agar bantuan dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran, sekaligus mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani rumput laut di Rote Ndao.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wapres tekankan modernisasi budidaya rumput laut di Rote Ndao



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026