Logo Header Antaranews Kupang

Petro tolak mengakui hasil hitung suara sementara pilpres Kolombia

Senin, 1 Juni 2026 17:19 WIB
Image Print
Ilustrasi - Bentrokan antara kelompok gerilya Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan faksi pembangkang bekas kelompok FARC di wilayah Catatumbo, Kolombia, telah menewaskan lebih dari 80 orang, melukai 20 lainnya, dan menyebabkan ribuan orang mengungsi, menurut Gubernur Norte de Santander, William Villamizar. (ANTARA/Anadolu/py.)

Kota Meksiko (ANTARA) - Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan tidak akan mengakui hasil penghitungan suara sementara pemilihan presiden yang menunjukkan bahwa calon dari kubu oposisi, Abelardo de la Espriella, unggul.

Petro menegaskan ia hanya akan mengakui hasil resmi yang ditetapkan komisi pemilu setelah proses verifikasi surat suara selesai.

"Sebagai presiden, saya tak menerima hasil penghitungan suara sementara yang dilakukan oleh perusahaan swasta, Bautista bersaudara," tulis Petro di platform X, Senin (1/6), merujuk pada keluarga Bautista Palacio, pemilik Thomas Greg & Sons.

Perusahaan tersebut telah lama terlibat dalam penyelenggaraan proses pemilu di Kolombia dan menjadi salah satu kontraktor terbesar bagi Registri Nasional, pengelola data kependudukan di negara itu.

Thomas Greg & Sons menangani berbagai tahapan pemilu, termasuk logistik dan perangkat lunak untuk penghitungan suara sementara.

Menurut Petro, dalam pekan terakhir sebelum pemungutan suara, algoritma perangkat lunak yang digunakan untuk menghitung dan memproses hasil pemilu telah dimodifikasi sebanyak tiga kali.

Ia juga mengeklaim bahwa data sekitar 800.000 orang yang tidak tercantum dalam daftar pemilih resmi muncul dalam sistem tersebut.

"Saat ini, terdapat dua daftar pemilih: daftar resmi dan daftar yang digunakan oleh perangkat lunak milik saudara Bautista, yang memuat tambahan 800.000 orang," katanya.

Petro juga menyatakan bahwa hasil dari sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang telah dipersoalkan menunjukkan adanya penambahan ratusan ribu suara tanpa kehadiran pemilih yang bersangkutan.

Presiden Kolombia itu menegaskan bahwa hasil penghitungan suara sementara tidak mengikat secara hukum.

"Menurut hukum, hasil komisi verifikasi suara yang bekerja di bawah pengawasan hakim Republik adalah hasil yang sah dan mengikat, yang akan dipertimbangkan dan diakui oleh presiden," katanya.

Berdasarkan data terbaru dari sistem pemilu nasional Kolombia, setelah 99,9 persen hasil dari TPS diproses, calon oposisi Abelardo de la Espriella dari partai Firm for the Homeland meraup 43,73 persen atau sekitar 10,35 juta suara.

Sementara itu, calon dari koalisi pemerintahan Historic Pact, Ivan Cepeda, meraih 40,91 persen suara atau sekitar 9,69 juta suara.

Karena tidak ada calon yang memperoleh lebih dari 50 persen suara, pemilihan presiden akan dilanjutkan ke putaran kedua pada 21 Juni.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Petro tolak akui hasil hitung suara sementara pilpres Kolombia



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026