Logo Header Antaranews Kupang

Undana-UPH membahas kedokteran presisi dan AI siapkan dokter masa depan

Selasa, 2 Juni 2026 16:53 WIB
Image Print
Undana-UPH bahas kedokteran presisi dan AI di Kupang. ANTARA/HO-Undana

Kupang (ANTARA) - Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) membahas kedokteran presisi dan Al sebagai upaya menyiapkan dokter masa depan di NTT.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, di Kupang, Selasa mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari para pakar kedokteran mengenai perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan terkini.

"Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pengetahuan dan mempersiapkan diri menjadi tenaga medis yang mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan," katanya.

Pembahasan itu disampaikan, di saat Undana dan UPH mengelar kuliah umum bertema "Masa Depan Kedokteran: Presisi, Teknologi, dan Tantangan Kesehatan Global" guna memperkuat kapasitas calon dokter dalam menghadapi perkembangan teknologi medis dan tantangan kesehatan global.

Kegiatan yang berlangsung di Aula FKIP Undana, Kupang, pada Jumat, diikuti ratusan mahasiswa kedokteran dari Undana, Universitas Citra Bangsa (UCB), dan Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dekan Fakultas Kedokteran UPH Prof. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, mengapresiasi perkembangan pendidikan kedokteran di Nusa Tenggara Timur yang kini telah memiliki dua fakultas kedokteran.

Ia menilai mahasiswa kedokteran saat ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan sumber daya manusia di daerah.

"Kami membuka peluang beasiswa bagi dokter muda asal NTT yang memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan pendidikan spesialis di UPH," ujar Prof. Eka.

Kuliah umum tersebut menghadirkan enam narasumber dari berbagai bidang spesialisasi yang membahas perkembangan teknologi medis, tantangan penyakit infeksi, hingga inovasi dalam penanganan kasus-kasus kompleks.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pemanfaatan teknologi Gamma Knife, yakni prosedur bedah saraf presisi tinggi tanpa sayatan yang digunakan untuk menangani berbagai kelainan pada otak.

Selain itu, para pembicara juga menyoroti semakin pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia kesehatan, mulai dari membantu proses diagnosis, analisis data medis, hingga mendukung pengambilan keputusan klinis.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Undana angkatan 2024, Laksni, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan teknologi kedokteran modern.

"Materi tentang Gamma Knife membuka wawasan kami mengenai teknologi medis yang semakin minim invasif dan memberikan harapan bagi peningkatan kualitas pelayanan pasien," katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, Undana dan UPH berharap dapat memperluas akses mahasiswa kedokteran di NTT terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, sekaligus membuka peluang pengembangan karier melalui pendidikan spesialis.

Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan di NTT agar mampu mengikuti transformasi layanan kesehatan yang semakin berbasis teknologi dan inovasi.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026