SAR Maumere terus mencari nelayan hilang di Flores Timur

id Kantor SAR Maumere

Tim pencarian dan pertolongan dari Kantor SARĀ Maumere, Kabupaten Sikka, melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan bernama Fandy Tukan (30) yang hilang saat sedang memancing di perairan Teluk Nobo, Kabupaten Flores Timur, Pulau FloresĀ pada Selasa (2/7). (ANTARA FOTO/istimewa)

Tim SAR dari Maumere, Kabupaten Sikka, melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan bernama Fandy Tukan (30) yang hilang saat sedang memancing di perairan Teluk Nobo, Kabupaten Flores Timur.
Kupang (ANTARA) - Tim pencarian dan pertolongan dari Kantor SAR Maumere, Kabupaten Sikka, melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan bernama Fandy Tukan (30) yang hilang saat sedang memancing di perairan Teluk Nobo, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores pada Selasa (2/7).

"Hari ini (Rabu, 3/7/2019) pencarian masih dilanjutkan, tim gabungan kami masih di lapangan untuk operasi SAR," kata Kepala Kantor SAR Maumere, I Putu Sudayana, kepada ANTARA ketika dihubungi dari Kupang, Rabu (3/7).

Ia mengatakan, nelayan yang diketahui berasal dari Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena itu dilaporkan menghilang seketika saat sedang memancing ikan di perairan Teluk Nobo. Korban, merupakan awak kapal nelayan kapal bagan yang berangkat melaut bersama lima orang rekannya pada Senin (1/7) malam.

Ketika sampai di tengah laut, kapal mereka diparkir untuk menunggu proses pencarian ikan. Sejumlah awak kapal lainnya dalam keadaan tertidur dan korban sendirian memancing ikan. “Namun ketika awak kapal lainnya terbangun, korban sudah tidak ada lagi di kapal, mereka panik dan sempat mencarinya namun tidak dapat,” katanya.

Sudayana mengatakan, setelah mendapat laporan kehilangan tersebut, pihaknya langsung mengerahkan anggota SAR untuk melakukan pencarian pada Selasa (2/7). "Pencarian dilakukan sepanjang hari tapi hasilnya nihil sehingga hari ini masih dilakukan upaya pencarian lanjutan," katanya.

Baca juga: Nelayan Flores Timur dilaporkan hilang di Teluk Nobo
Baca juga: BMKG Kupang ingatkan nelayan waspadai gelombang tinggi
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar