Pertarungan tinju antara Tibo vs Omari seimbang

id Armin Tan

Pertarungan tinju antara Tibo vs Omari seimbang

Promotor tinju Armin Tan (kanan) mendapatkan cinderamata dari perwakilan World Boxing Council (WBC) Dombrang di GOR Oepoi Kupang, Minggu (7/7) malam. (ANTARA FOTO/ Kornelis Kaha)

"Kalau dilihat dari lawannya, memang cukup berat jika Tibo mengalahkannya, namun menurut saya bisa saja peluangnya 'fifty-fifty'," kata Armin Tan.
Kupang (ANTARA) - Promotor tinju sekaligus manager dan pelatih tinju Armin Tan mengatakan pertarungan tinju antara Tibo Monabesa dan Omari Kimweri dari Australia dinilai seimbang (fifty-fifty)..

"Kalau dilihat dari lawannya, memang cukup berat jika Tibo mengalahkannya, namun menurut saya bisa saja peluangnya 'fifty-fifty'," katanya kepada ANTARA di Kupang, Minggu (7/7).

Hal ini disampaikannya jelang digelarnya tinju internasional The Border Battle antara petinju-petinju Indonesia melawan para petinju dari Australia, Filipina dan Timor Leste.

Di antara para petinju tersebut ada pertandingan puncak memperebutkan gelar juara kelas terbang IBO antara Tibo Monabesa dan Omari Kimweri.

Armin Tan mengatakan bahwa ia cukup mengenal karaketer Tibo, karena dialah orang pertama yang menemukan Tibo, asal Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. 

Baca juga: Gubernur Laiskodat tantang Chris Jhon di ring tinju

"Walaupun sulit, dan punya peluang Fifty-fifty tetapi saya optimistis Tibo bisa mengatasi petinju asal negeri Kanguru itu, dan meraih gelar juara dunia malam ini," katanya.

Tibo adalah seorang petarung dengan type counter boxer, sementara lawannya dari Australia adalah type seorang fighter.

Oleh karena itu, pertandingan keduanya akan lebih cenderung pada dog fighting style sehingga dikuatirkan munculnya benturan dalam pertandingan tersebut.

Sebelum bertanding melawan Omari, kata Armin Tan, ia sudah mendatangkan petinju dari Filipina untuk berlatih tanding dengan Tibo.

Baca juga: Tibo yakin raih gelar juara dunia tinju versi IBO
Baca juga: Petinju di Indonesia tidak dijadikan sebagai aset
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar