Kata Ahok, yang menolak Pancasila hengkang dari Indonesia

id pancasila

Kata Ahok, yang menolak Pancasila hengkang dari Indonesia

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kanan) bersama mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (kiri) saat berada di Kupang, Jumat (16/8). (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

"Siapapun yang tidak memiliki jiwa Pancasila agar jangan tinggal di bumi Pancasila," kata Basuki Tjahja Purnama alias Ahok usai bertemu mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang, Jumat (16/8).
Kupang (ANTARA) - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan apabila masih ada pihak yang menolak ideologi Pancasila maka dia lah bukan warga negara yang baik sehingga tidak pantas tinggal di Indonesia.

"Siapapun yang tidak memiliki jiwa Pancasila agar jangan tinggal di bumi Pancasila," kata Basuki Tjahja Purnama alias Ahok ketika ditemui wartawan usai melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang, Jumat (16/8).

Ahok menegaskan hal itu dalam memaknai peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia tahun 2019. Menurut dia, cita-cita proklamasi sudah jelas yaitu terwujudnya masyarakat adil dan makmur.

Bagi penyelenggara negara, lanjut Ahok, perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI tahun 2019 harus dimaknai dengan lebih mengerti dalam mengadministrasikan keadilan sosial dengan baik.

"Bagi kita orang biasa harus berdiri demi kebenaran dan keadilan yang berperikemanusiaan. Lima sila Pancasila itu maknanya seperti itu.Jangan menjadi orang yang munafik," kata Ahok.

Menurut dia, jangan menjadikan Pancasila sebagai pemadam kebakaran ketika muncul radikal lalu Pancasila dijadikan tameng untuk mengancam sehingga bagi yang tidak memiliki jiwa Pancasila agar tidak usah tinggal di Indonesia. "Siapapun yang tidak memiliki jiwa Pancasila agar tidak tinggal di bumi Pancasila karena idelogi Pancasila sudah final," kata Ahok.

Baca juga: Nilai-nilai Pancasila perlu terus digaungkan
Baca juga: Presiden Jokowi, teguhkan nilai Pancasila
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar