
Nelayan Tangkap Berkurang 19,52 Persen

Tahun 2003 tercatat sebanyak 38.410 rumah tangga nelayan tangkap namun berkurang hingga 30.917 pada tahun 2013.
Kupang (Antara NTT) - Jumlah rumah tangga nelayan tangkap di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mengalami penurunan mencapai 19,52 persen dalam kurun waktu 10 tahun yang terhitung dari 2003-2013.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT Maritje Pattiwaellapia saat dihubungi Antara di Kupang, Rabu, menjelaskan tahun 2003 tercatat sebanyak 38.410 rumah tangga nelayan tangkap namun berkurang hingga 30.917 pada tahun 2013.
"Penurunan nelayan tangkap di NTT mencapai 19,52 persen, mereka beralih ke nelayan budidaya," kata Maritje.
Jumlah rumah tangga nelayan tangkap tersebut masih didominasi dengan penangkapan ikan di laut sebanyak 30.618 rumah tangga sementara di perairan umum hanya 324 rumah tangga.
"Penurunan tersebut wajar karena budidaya perikanan banyak mendapat bantuan dari pemerintah dan budidaya rumput laut sendiri memiliki prospek yang menjanjikan," katanya pula.
BPS juga mencatat, jumlah rumah tangga di Nusa Tenggara Timur yang melakukan usaha budidaya perikanan mengalami peningkatan dari tahun 2003 sebanyak 9.848 rumah menjadi 12.386 pada tahun 2013 atau meningkat 25,77 persen.
"Budidaya perikanan tersebut secara menyebar di semua kabupaten mencakup budidaya rumput laut, ikan nila, dan lele," katanya.
Secara terpisah, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Agus Bulu mengatakan, saat ini pemerintah tengah menggalakan program perikanan budidaya dan perikanan tangkap.
"Dari kondisi yang ada di NTT peluang perikanan budiaya juga bisa berkembang baik sejalan dengan perikanan tangkap," katanya.
Di bidang perikanan tangkap, katanya, pemerintah terus mendorong nelayan di provinsi kepulauan itu untuk meningkatkan hasil tangkapan untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun diantarpulaukan ke luar daerah.
Agus mengatakan, sementara itu untuk perikanan budidaya sedang digalakkan juga budidaya khusus rumput laut secara terprogram dari tahun 2016.
"Untuk pengembangan rumput laut, kita juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang langsung menyalurkan dananya ke kabupaten-kabupaten," katanya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
