Logo Header Antaranews Kupang

Pemerintah Bangun Lagi Tiga Bendungan

Kamis, 9 Maret 2017 13:57 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTT Andre Koreh
"Tiga bendungan tersebut adalah Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kolhua di Kota Kupang dan Manikin di Kabupaten Kupang," kata Andre Koreh.

Kupang (Antara NTT) - Pemerintahan Presiden Joko Widodo berencana akan membangun lagi tiga bendungan besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2018 untuk memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat setempat, serta ternak dan sektor pertanian.

"Tiga bendungan tersebut adalah Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kolhua di Kota Kupang dan Manikin di Kabupaten Kupang," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nusa Tenggara Timur Andre Koreh kepada Antara di Kupang, Kamis, terkait rencana pembangunan bendungan pada tahun 2018.

Ia mengatakan dalam tahun anggaran 2017 ini, ada dua bendungan yang akan dibangun, dan pada tahun anggaran 2018, akan dibangun lagi tiga bendungan untuk memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat setempat serta ternak dan sektor pertanian.

Dia mengatakan wilayah NTT adalah daerah kering dengan curah hujan yang pendek, sehingga satu-satunya pilihan untuk bisa menampung air hujan adalah dengan membangun bendungan berskala besar serta embung-embung.

"Kalau embung-embung kita bisa membangun secara bertahap melalui APBD, tetapi bendungan membutuhkan anggaran yang sangat besar sehingga harus dibangun oleh pemerintah pusat," kata Andre.

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menjanjikan akan membangun tujuh bendungan di provinsi Nusa Tenggara Timur dalam lima tahun masa pemerintahannya.

Namun, pembangunan bendungan ini masih saja terkendala lahan, sehingga dalam satu tahun hanya bisa dibangun satu atau dua bendungan, sesuai dengan kondisi lahan yang dibeli pemerintah dari masyarakat.

"Mestinya masyarakat kita juga harus mengerti bahwa pembangunan bendungan tersebut untuk kepentingan bersama, sehingga tidak perlu berbelit-belit melepas lahan untuk kepentingan pembangunan bendungan," katanya.

Mengenai prioritas dari tiga bendungan itu, dia mengatakan sangat bergantung pada permasalahan lahan di lapangan, namun pemerintah akan memberikan prioritas kepada lokasi yang lebih siap untuk dibangun bendungan.

"Jadi apakah nanti Bendungan Kolhua lebih dahulu dibangun atau Temef maupun Manikin, sangat bergantung dari persiapan lahan di lapangan," katanya.

Dalam hubungan dengan itu, ia mengharapkan pemerintah kabupaten/kota harus proaktif melakukan sosialisasi dan membangun pendekatan dengan masyarakat.

Dengan demikian, kata Andre, akan dengan mudah dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi, terutama pada lokasi lahan yang diproyeksikan untuk pembangunan bendungan dimaksud.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026