Logo Header Antaranews Kupang

Timor Tengah Utara Antarpulau 7.300 Ekor Sapi

Minggu, 12 Maret 2017 02:04 WIB
Image Print
Raymundus Sau Fernandes, Bupati Timor Tengah Utara
"Jumlah ternak sapi tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kegiatan antarpulau tahun 2016 yang hanya mencapai 6.000 ekor," kata Raymundus Sau Fernandes.

Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur mengantarpulaukan 7.300 ekor sapi ke DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa serta Kalimatan untuk memenuhi kebutuhan daging di daerah tersebut.

"Jumlah ternak sapi tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kegiatan antarpulau tahun 2016 yang hanya mencapai 6.000 ekor," kata Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Sau Fernandes saat dihubungi Antara dari Kupang, Sabtu.

Menurut dia, penetapan jumlah kuota 7.300 itu pun di bawah jumlah permintaan yang diajukan Pemerintah Timor Tengah Utara kepada pemerintah dengan keseluruhan jumlah pengiriman 11.000 ekor.

Ketua DPC PDIP Kabupaten TTU itu mengaku akan terus mendorong penambahan kuota sapi dari daerah yang berbatasan dengan Distric Oecusse di Timor Leste itu agar bisa memberikan ruang yang cukup bagi para petani peternak di daerah itu.

Dia mengatakan populasi sapi di Timor Tengah Utara sudah mengalami perkembangan yang signifikan dari sejumlah pola pembiakan melalui `Sari Tani` dan kelompok pembiakan petani-peternak yang dibentuk pemerintah daerah.

Dari data yang ada, saat ini jumlah populasi sapi dari sistem dan pola pembiakan itu mencapai 137.000 ekor.

Pada awal pemerintahannya, lanjut Ray Fernandes, populasi sapi di daerah itu masih sebatas di angka 86.000 ekor, namun terus mengalami peningkatan dengan rangsangan pola `Sari Tani` dan kelompok pembiakan petani peternak yang ada.

Dia mengatakan pihaknya tidak sekadar meningkatkan jumlah populasi sapi yang ada, namun juga bobot sapi yang akan dijual ke luar daerah itu juga menjadi prioritas.

Pemerintahannya, kata dia, telah memberikan batasan kepada para petani-peternak sebagai daya pacu untuk mempertahankan kualitas bobot sapi yang akan diantarpulaukan.

"Setiap ekor sapi yang dikirim ke luar daerah itu harus berbobot minimal 250 kg. Hal ini telah menjadi daya pacu bagi peternak melakukan pengembang biakan secara lebih maksimal," katanya.

Untuk mencapai target bobot itu, kata dia, para petani-peternak juga menyediakan lahan untuk kepentingan pakan, sebagai langkah inovasi untuk pengembangbiakan.

Semua ini terlaksana dengan maksimal karena Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara menerapkan pola pertanian terpadu, sehingga semuanya saling berkolaborasi untuk satu tujuan.

Dia menambahkan, terhadap pola pengiriman ternak itu, pemerintahannya telah menetapkan kebijakan pengiriman melalui Pelabuhan Wini untuk bisa memberikan dampak penambahan bagi PAD daerah tersebut.

"Saya wajibkan kirim melalui Pelabuhan Wini biar ada juga imbas bagi pendapatan daerah sekaligus pemberdayaan sejumlah fasilitas yang dimiliki pemerintah daerah itu," kata Raymundus Sau Fernandes.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026