
NTT miliki 50.000 kader posyandu

"Tugas mereka, yach..membantu petugas kesehatan dalam melakukan pelayanan berbasis masyarakat," kata Kadis PMD NTT Sinun Petrus Manuk.
Kupang (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebutkan ada sekitar 50.000 kader posyandu yang tersebar di 3.026 desa di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.
"Tugas mereka, yach..membantu petugas kesehatan dalam melakukan pelayanan berbasis masyarakat," kata Kadis PMD NTT Sinun Petrus Manuk kepada ANTARA di Kupang, Minggu (3/11).
Ia mengatakan pelayanan posyandu yang dilakukan para kader di berbagai desa di NTT dengan menggunakan alokasi anggaran dari dana desa.
Sinun Petrus Manuk menegaskan hal itu terkait upaya pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi peningkatan gizi warga desa di NTT.
Ia mengatakan, dana desa yang diterima setiap desa di NTT juga dialokasikan untuk mendukung pembangunan sektor kesehatan seperti pelayanan posyandu dalam mengatasi stunting.
Baca juga: Desa Mata Air gunakan dana desa bangun Posyandu disabilitas
Baca juga: Mengoptimalkan peran posyandu dalam mengatasi gizi buruk
"Pada kader posyandu setiap bulan secara rutin melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak balita dan ibu-ibu hamil. PMT dialokasikan dari dana desa untuk perbaikan gizi anak balita dan ibu hamil," katanya.
Sinun Petrus Manuk menambahkan pelayanan posyandu dilakukan para kader posyandu serta tenaga kesehatan untuk perbaikan gizi balita, mengatasi stunting termasuk pemeriksaan kesehatan lansia.

Dikatakannya, pemerintah desa diberikan wewenang untuk mengalokasikan dana desa bagi pemberian insentif terhadap kader-kader posyandu sesuai kemampuan keuangan desa.
Menurutnya Pemerintah NTT saat ini hanya mampu memberikan dana insentif bagi 1.124 tenaga kesehatan yang bertugas di desa-desa yang dialokasikan dari APBD NTT sebesar Rp350.000 per orang per tahun.
"Dana ini sangat kecil. Kami masih terus berupaya agar dana insentif bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan kesehatan di desa bisa ditingkatkan," ujar Sinun Petrus Manuk.
Baca juga: Jambore kader posyandu di Kupang
Baca juga: Layanan Gizi Rutin Melalui Posyandu
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
