
Proses tender proyek 2020 dimulai Desember 2019

Rendahnya penyerapan anggaran pembangunan fisik di provinsi berbasis kepulauan ini pada 2019 sebagai dampak dari proses tender proyek yang terlambat dilaksanakan.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Nusa Tenggara Timur akan mempercepat proses tender proyek fisik yang berlangsung pada Desember 2019, guna mempercepat realisasi penyerapan anggaran pembangunan tahun anggaran 2020.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Jumat (22/11) mengatakan hal itu terkait rendahnya realisasi penyerapan anggaran pada 2019 di NTT.
Marius Ardu Jelamu mengatakan, rendahnya penyerapan anggaran pembangunan fisik di provinsi berbasis kepulauan ini pada 2019 sebagai dampak dari proses tender proyek yang terlambat dilaksanakan.
"Proses tender proyek fisik selalu dilakukan terlambat. Tender baru dilakukan pada Mei-Juni sehingga pekerjaan terlambat dan penyerapan anggaran menjadi rendah," ujar Marius Jelamu.
Baca juga: Proyek trans Bokong-Lelogama bermasalah
Baca juga: 21 proyek EBT di NTT tuntas dibangun
Ia mengatakan, adanya sangahan dilakukan para rekanan yang mengikuti tender proyek juga menyebabkan pekerjaan fisik proyek dilapangan terlambat.
"Apabila ada sangahan maka tentu panitia tender melakukan sangahan balik menyebabkan proses pengerjaan fisik proyek menjadi terlambat," tegasnya.
Pemerintah NTT menurut Marius Ardu Jelamu telah memutuskan semua proses tender proyek 2020 mulai berlangsung pada Desember 2019 sehingga proses pekerjaan proyek dilakukan mulai Maret 2020.
"Kami targetkan semua kegiatan proyek fisik sudah mulai dilakukan pada Maret 2020 sehingga penyerapan anggaran pembangunan fisik pada 2020 lebih meningkat," katanya.
Baca juga: Ada dugaan korupsi dalam proyek air bersih
Baca juga: Masyarakat tolak proyek air bersih di Ile Boleng
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
