Puting beliung rontokan lima rumah warga di Pulau Semau

id angin puting beliung

Puting beliung rontokan lima rumah warga di Pulau Semau

Rumah warga Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, NTT rontok diterjang angin puting beliung, Selasa (10/12/2019). (ANTARA/HO-istimewa)

Lima unit rumah penduduk di Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, NTT rontok diterjang angin puting beliung pada Selasa (10/12) sore sekitar pukul 16.00 WITA.
Kupang (ANTARA) - Lima unit rumah penduduk di Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur rontok diterjang angin puting beliung yang melanda daerah itu, Selasa (10/12) sore sekitar pukul 16.00 WITA.

Kepala Desa Uiboa, Yos Pan Bela yang dikonfirmasi ANTARA dari Kupang, membenarkan adanya bencana alam angin puting beliung yang merusak lima unit rumah penduduk di Pulau Semau itu.

"Data sementara ada lima unit rumah penduduk yang rusak total akibat diterjang angin puting beliung," kata Yos.

Ia mengatakan, bencana alam angin puting beliung terjadi saat hujan lebat menguyur daerah itu. "Peristiwa itu terjadi begitu cepat saat Desa Uiboa diguyur hujan lebat disertai angin puting beliung," kata Yos Pan Bela.

Baca juga: Warga Kota Kupang diminta waspada terhadap bahaya puting beliung

Menurut dia, semua atap bangunan rumah rusak dan rontok semuanya, karena diterbangkan angin puting beliung.

Dikatakannya, semua perangkat Desa Uitau masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung.

Sementara itu Ketua RT 11/RW V, Desa Uiboa, Mikael Tihu mengatakan, semua korban bencana alam angin puting beliung yang rumahnya rusak akibat puting beliung memilih bertahan di bawah pohon.

"Warga yang menjadi korban bencana masih bertahan di bawah pohon, karena rumah yang mereka tempati semuanya hancur total," kata Mikael Tihu. 

Baca juga: NTT masih berpotensi dilanda angin puting beliung
Baca juga: Puting beliung dipicu fenomena skala lokal meteorologi
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar