Tenaga kerja lokal diharapkan berperan dalam KTT G-20

id KTT G-20

Tenaga kerja lokal diharapkan berperan dalam KTT G-20

Wagub NTT Josef Nae Soi saat memimpin rapat Rencana Kerja Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Naga Mori, Manggarai Barat di Pulau Flores, Jumat (14/02/2020). (ANTARA FOTO/HO-Humas Setda NTT)

"Nanti akan ada tambahan beberapa hotel yang dibangun di Labuan Bajo jelang KTT G-20 nanti, saya minta nanti tenaga kerjanya harus dari masyarakat lokal di sini," kata Wagub Josef Nae Soi..
Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi menginginkan agar tenaga kerja lokal di Kabupaten Manggarai Barat mengambil peran dalam acara internasional di Labuan Bajo, khususnya dalam kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada 2023 mendatang.

"Nanti akan ada tambahan beberapa hotel yang dibangun di Labuan Bajo jelang KTT G-20 nanti, saya minta nanti tenaga kerjanya harus dari masyarakat lokal di sini," katanya dalam rapat Rencana Kerja Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Naga Mori, Manggarai Barat, Jumat (14/2) .

Menurut dia, tenaga kerja asal NTT harus dapat diberdayakan secara maksimal, oleh karena itu diperlukannya peran penting baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta untuk melatih terus menerus secara intens dan berkelanjutan.

Sehingga kelak tenaga kerja NTT mempunyai kualitas yang mumpuni dan siap pakai khususnya dalam mendukung sektor pariwisata dimana hal tersebut akan berdampak positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal sehingga dapat memangkas angka pengangguran.

Wagub Nae Soi menekankan bahwa semua pihak terkait harus fokus bekerja untuk membangun Labuan Bajo secara optimal sebagai tempat yang direkomendasikan langsung oleh Presiden Jokowi menjadi tuan rumah perhelatan Internasional.
Presiden Joko Widodo (kanan) berdiskusi dengan Kanselir Jerman Andrea Merkel (kiri) saat pertemuan KTT G-7 Outreach Sesi I di Ise-Shima, Jepang, Jumat (27/5/2016). Pertemuan antara Indonesia dan kelompok negara maju G-7 tersebut membahas topik Stabilitas dan Kesejahteraan di Asia. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
“Di tahun 2023 kita akan jadi tuan rumah KTT G-20 dan ASEAN Summit. Tidak main-main, seluruh pemimpin negara di dunia datang ke Labuan Bajo, tidak datang ke Jakarta," katanya.

Lebih lanjut Wagub Nae Soi pun ingin agar para pemangku kepentingan pro aktif dalam mengoptimalkan sumberdaya yang ada untuk memperbaiki infrastruktur yang ada, seperti perluasan Bandara Komodo, Pengambangan Pelabuhan laut, Pengembangan jalan dalam kota, serta jalan menuju ke Tana Naga Mori yang akan menjadi lokasi KTT G-20 itu.

Selain itu juga Wagub Josef ingin adanya model-model terobosan pengembangan wisata alam dan wisata budaya agar lebih memiliki daya tarik dan nilai jual terhadap para wisatawan asing. Wagub Josef pun tidak lupa berpesan mengingatkan agar kebersihan lingkungan tetap diutamakan demi menjaga kenyamanan masyarakat lokal dan mancanegara.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius juga mengungkapkan pentingnya pengoptimalisasian jaringan komunikasi didalam even sebesar G-20 dan ASEAN Summit.

“Pemerintah dan Investor harus ada desain untuk penanaman fiber optik, tidak saja di Tana Naga Mori tapi juga dikeseluruhan Labuan Bajo, sehingga ketika pertemuan Internasional itu dilakukan tidak boleh jaringan komunikasi terganggu sedikitpun”, tandas Marius.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama (kanan) saat pertemuan KTT G-7 Outreach di Nagoya, Jepang, Jumat (27/5/2016). (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar