
Jaga Kebersihan Pantai

Dengan menjaga kebersihan pantai maka akan terjaga juga ekosistem kehidupan biota di laut yang dalam jurus rantai makanan juga akan kembali dan dinikmati manusia.
Kupang (Antara NTT) - Balai Konservasi Perairan Nasional (BKPN) mengajak warga Kota Kupang di Nusa Tenggara Tmur untuk bersama-sama merawat dan menjaga kebersihan kawasan pantai sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut sekaligus keindahan kawasan wisata pantai.
"Kalau pantainya bersih tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berwisata yang tentunya akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," kata Kepala Balai Konservasi Perairan Nasional (BKPN) Kupang Ikram di sela aksi bersih kawasan pantai peringati Hari Bumi 2017 di Kupang, Jumat.
Menurut dia, dengan menjaga kebersihan pantai maka akan terjaga juga ekosistem kehidupan biota di laut yang dalam jurus rantai makanan juga akan kembali dan dinikmati manusia.
Karena itu jika ekosistem laut di jaga dengan kebersihan pantai, maka aneka ragam hayati dan biota laut yang akan menjadi bagian dari satu rangkaian dan rantai makanan manusia tidak akan berdampak buruk.
Bersih pantai itu mengambil rute dari Pantai Namosain di Kelurahan Namosain ke Pantai Kupang di Thedis di Kelirahan LLBK, dilanjut ke Pantai Oeba di Kelurahan Oeba. Kemudian ke Pantai pasir Panjang I dan Pantai Pasir Panjang II.
Selanjutnya ke lokasi wisata mangrove di Kelurahan Oesapa Barat dan berakhir di Pantai Oesapa di Kelurahan Oesapa Induk. Kegiatan itu agar tidak ada sampah yang tersisa dan bisa mencemari ekosistem bawah air di sepanjang perairan Kota Kupang.
"Apalagi jika sampah itu berupa sampah plastik yang sulit terurai. Jika itu dimakan ikan maka akan berpengaruh kepada manusia yang akan mengkonsumsi ikan itu," katanya.
Dia mengatakan, bersih pantai yang melibatkan semua komponen masyarakat itu diharapkan bisa menjadi titik sentuh bagi semangat menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Semua sampah yang terkumpul kemudian diangkut oleh Dinas Kebersihan Kota Kupang untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan akhir dan dimusnahkan. "Tentu secara teknis akan diurai oleh dinas sesuai peruntukan dan jenis sampah yang terkumpul," katanya.
Dia menambahkan, bersih pantai ini selain memperingati Hari Bumi pada 22 April lalu, tetapi juga sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah kota Kupang mengembangkan potensi pantai sebagai destinasi wisata pantai yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Ester Muhu menyampaikan apresiasi kepada aksi bersih pantai yang digagas oleh Balai Konservasi Perairan nasional Kupang tersebut.
Menurut dia, aksi tersebut selain menjadi bagian dari rencana kerja balai tersebut dalam memperingati Hari Bumi, tetapi juga telah memberikan dukungan bagi penataan potensi wisata pantai milik Pemerintah Kota Kupang.
Menurut dia, seluruh lokasi aksi bersih pantai adalah bagian dari kawasan pantai yang menjadi pilihan warga lokal melakukan sejumlah kegiatan wisata lokal. "Kami berterima kasih kepada balai atas inisiatif ini. Tentu akan memberikan manfaat bagi pantai Kupang," katanya.
Sejumlah lokasi wisata pantai yang sedang dikembangkan Pemerintah kota Kupang antara lain Pantai Batu Kapal, Pantai Namosain di Kelurahan Namosain, Pantai Kupang di Kelurahan LLBK, Pantai Pasir Panjang di Kelurahan Pasir Panjang, Wisata Mangrove di Oesapa Barat serta Pantai Oesapa di Kelurahan Oesapa Induk.
Pewarta : Yohanes Adrianus
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
