Logo Header Antaranews Kupang

Harga Daging Sapi Rp90.000/Kg

Jumat, 2 Juni 2017 08:07 WIB
Image Print
Harga daging sapi di pasaran Kupang dilaporkan masih stabil Rp90.000/kg
Harga jual daging sapi di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur masih realtif stabil berada di kisaran Rp90.000/kg.

Kupang (Antara NTT) - Harga jual daging sapi di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur masih realtif stabil berada di kisaran Rp90.000/kg.

"Harga ini diharapkan bisa terus bertahan hingga lebaran nanti," kata seorang pedagang daging sapi, Son Kiuk di Pasar Kasih Naikoten Kupang, Jumat.

Dia mengatakan, masih bertahannya harga jual daging sapi di pasaran itu karena stoknya sangat tersedia. Apalagi, kata dia, warga Kota Kupang mempunyai banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan lauk dalam rumah tangganya. "Masih ada daging ayam, daging ikan dan jenis lauk lainnya," katanya.

Dia menjamin stok daging akan tetap tersedia dan akan dijual dengan harga normal hingga lebaran nanti. "Kondisi ini sudah biasa terjadi setiap tahun," katanya.

Meskipun relatif normal, namun dia tak menjamin akan tetus stabil. "Sangat tergantung dari pasokan dan kebutuhan di pasaran. Jika pasokan lancar saya jamin akan terus stabil hingga hari raya nanti. Tetapi jika sebaliknya maka tentu akan naik harga," kata Welmince, seorang pedagang lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang Yeri Padji Kana mengaku harga kebutuhan pokok di pasaran masih realtif stabil. Hal itu disebabkan oleh distribusi kebutuhan ke pasaran masih sangat lancar dan permintaan masih belum beranjak naik.

Pemerintah berupaya melakukan intervensi di pasaran untuk menstabilkan harga jual kebutuhan pokok di pasaran. "Salah satu jalan akan kita lakukan pasar murah," katanya.

Aksi pasar murah itu berlabel pasar murah Ramadhan dan akan dilakukan di enam lokasi masjid wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Enam lokasi masjid itu berada masing-masing di Kelurahan Oesapa, Bonipoi, Kuanino, Penfui, Namosain dan Kelurahan Penkase Oeleta.

Dia mengatakan pasar murah yang digelar mulai 6 Mei hingga 12 Juni itu akan melibatkan sejumlah lembaga dan dinas terkait yang berkaitan dengan aksi tersebut.

Sebut saja kata dia, akan melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk kepentingan mendatangkan sejumlah komuditas lokal dari para petani untuk dijual dalam aksi pasar murah itu. Hal ini dilakukan untuk memberikan nilai dan harga positif bagi para petani lokal. "Kan saat ini beberapa komuditas sedang dipanen dan hal itu akan dikomunikasikan dinas terkait untuk dihadirkan dalam pasar murah itu," katanya.

Selain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, pasar murah itu juga akan menghadirkan sepuluh distributor di Kota Kupang untuk mendagangkan seluruh barang kebutuhan pokok dengan harga distributor. Hal ini tentu akan memberikan peluang bagi distributor menurunkan seluruh barang dagangannya.

Perum Bulog kata dia juga dihadirkan sebagai lembaga yang diberi kewenangan menguasai beras, gula dan minyak goreng. "Ini penting untuk memastikan komuditas yang akan dijual baik dan berkualitas," katanya.

Disebutkan, pasar murah itu akan menjual sejumlah kebutuhan pokok warga seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bawang putih, bawang merah dan sejumlah barang kebutuhan lain dengan harga distributor.

Dengan aksi pasar murah itu diharap bisa membuka akses warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026