
Dua Nelayan Tewas Tenggelam

"Kedua nelayan tersebut bernama Samuel Bansoma dan Jhoni Mone. Keduanya tenggelam karena diduga tak bisa berenang," kata Kabid Humas Polda NTT Jules Abraham Abast kepada wartawan di Kupang, Jumat, (30/6).
Kupang, (Antara NTT) - Dua nelayan kapal ikan Makarios di Kota Kupang tewas dan satu kritis akibat tenggelam di Pantai Namosain saat hendak kembali ke darat usai mencari ikan di perairan wilayah itu.
"Kedua nelayan tersebut bernama Samuel Bansoma dan Jhoni Mone. Keduanya tenggelam karena diduga tak bisa berenang," kata Kabid Humas Polda NTT Jules Abraham Abast kepada wartawan di Kupang, Jumat, (30/6).
Jules menjelaskan menurut keterangan beberapa saksi yang juga teman dari korban, menyatakan bahwa pada pukul 15.10 WITA waktu setempat kapal mereka berlabuh di Pantai Namosain usai mencari ikan.
Untuk bisa sampai ke daratan para nelayan harus menggunakan perahu sampan. Namun sayangnya sampan yang digunakan untuk menjemput para nelayan bocor sehingga kemasukan air.
"Sampan itu bocor tetapi menurut keterangan saksi Fatur Isak dirinya sudah mengeluarkan air tersebut sehingga aman," ujar Jules.
Berkisar kurang lebih 50 meter dari kapal Makarios sampan itupun terbalik yang mengakibatkan ketiga nelayan jatuh .Fatur Isak sempat meminta tolong kepada nelayan lainnya di darat untuk menyelamatkan keempatnya.
"Sebelum tenggelam, dua nelayan yang tewas tersebut sempat berpegangan pada saksi yang menjemput para korban. Dan dirinya sempat meminta tolong kepada nelayan yang lainnya. Dan kedua korban tak bisa berenang," tambah Jules.
Usai diselamatkan ketiga nelayan itu langsung dilarikan ke RS TNI -AL namun sayang tidak bisa diselamatkan. Sementara satu korban lainnya kritis. Ketiga korban tersebut diketahui baru sepekan bekerja sebagai nelayan di atas kapal ikan tersebut.
Untuk sementara pihak kepolisian pun masih menyelidiki kejadian tersebut. Sejumlah saksi termasuk Fatur Isak sudah diminta keterangan. Termasuk pemilik kapal untuk mengali lebih jauh kejadian tersebut.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
