
TDF Diplomasi Antarnegara

Balap sepeda itu menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman sebagai tempat diadakannya event-event berkelas internasional.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu mengatakan balap sepeda internasional Tour de Flores (TdF) di Pulau Flores memiliki manfaat lain selain promosi pariwisata yaitu sebagai diplomasi antarnegera.
"TdF dilihat dari aspek diplomasi internasional menunjukkan bahwa kita ikut serta menciptakan perdamaian dunia oleh karena terjadi pertemuan antarbudaya, antarbangsa, dari pembalap-pembalap maupun turis dari berbagai belahan dunia," katanya di Kupang, Minggu.
Ia mengatakan, balap sepeda itu menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman sebagai tempat diadakannya event-event berkelas internasional.
"Kita tunjukkan melalui balap sepeda internasional di Pulau Flores yang sebelumnya juga berlangsung aman dan lancar," katanya.
Ia meyakini, diplomasi antarnegara yang dimaksud melalui event pariwisata itu akan berdampak menumbuhkan kepercayaan masyarakat dunia yang membuka jalan bagi masuknya peluang investasi lintas sektor.
Para pebalap maupun wisatawan manacanegara yang menghadiri TdF, lanjutnya, akan mewartakan kepada dunia mengenai potensi paiwisata, pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, dan lainnya yang ada di NTT secara khusus di Pulau Flores dan sekitarnya.
"Jadi pariwisata ini membuka jalan terhadap perhatian akan potensi-potensi linat sektor lainnya termasuk perhatian dari pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur jalan, transportasi, dan lainnya," katanya.
Menurutnya, tidak perlu memeprtanyak dampak ekonomi event TdF karena dampak ekonomi itu pasti ada.
"Di mana ada kerumunan ribuan manusia, ekonomi di daerah itu pasti bertumbuh, berkembang, apakah ekonomi transportasinya baik kendaraan darat, penerbangan bertumbuh, pedagang kaki lima, hotel, restoran, dan linnya juga bergerak," katanya.
Dalam konteks ini, Marius berharap berbagai pihak di daerah menyudahi pro dan kontra mengenai perhelatan balap sepeda internasional yang rutin diadakan setiap tahun itu, melainkan melihat kegiatan itu sebagai peluang untuk mengembangkan daerahnya.
Ia juga berharap masyarakat di daerah terus memberikan dukungan agar event tersebut tetap berlangsung aman dan lancar dalam tahun ini dan selanjutnya di masa mendatang.
Ia menambahkan, sebanyak 20 tim yang masing-masing timnya terdiri dari delapan orang dari berbagai benua sudah mendaftarkan diri mengikuti TdF yang sedianya diselenggarakan mulai 14 Juli hingga 20 Juli 2017.
Para pebalap internasional, katanya, mulai berdatangan di Pulau Flores pada 12 Juli untuk persiapan balapan yang dimulai dari Kota Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, dengan jarak tempuh mencapai lebih dari 800 km.
Selanjutnya, sejumlah daerah yang menjadi titik etape balapan yakni Maumere, Ende, Mbay, Borong, Ruteng, dan finish di Labuan Bajo yang merupakan kota paling barat di Pulau Flores.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
