
Nasabah E-Banking Meningkat 270 Persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah nasabah pengguna e-banking secara nasional meningkat 270 peren dari 13,6 juta nasabah pada tahun 2012 menjadi 50,4 juta nasabah pada tahun 2016.
Kupang (Antara NTT) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah nasabah pengguna e-banking secara nasional meningkat 270 peren dari 13,6 juta nasabah pada tahun 2012 menjadi 50,4 juta nasabah pada tahun 2016.
"Frekuensi transaksi penggunaan e-banking meningkat 169 persen dari 150,8 juta transaksi pada 2012 menjadi 405,4 juta transaksi pada 2016," kata Kepala Kantor Otoriras Jasa Keuangan (OJK) Kupang Winter Marbun di Kupang, Senin.
Ia mengatakan hal itu pada Forum Diskusi Terfokus (FGD) tentang "Peranan Digital Banking dalam Memperkuat Potensi Pertumbuhan Daerah NTT yang digelar Bank Mandiri kerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT.
Dalam Diskusi yang menghadirkan Pimpinan Bank di Kota Kupang, APINDO, HIPMI, Pemerintah Provinsi itu, ditegaskan perkembangan layanan keuangan digital akan berdampak positif bagi perekonomian suatu negara atau daerah.
"Karena dengan sifat teknologi yang tidak mengenal jarak dan waktu, layanan perbankan dapat diakses secara mudah oleh siapapun dan dimanapun.
Selain itu, katanya dengan menggunakan layanan digital banking, transaksi perdagangan dan aktivitas bisnis maupun transfer bantuan dana sosial dari Pemerintah Daerah ke masyarakat juga akan semakin cepat, efisien dan tepat sasaran.
"Layanan keuangan digital alias digital banking saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian canggih," katanya.
"Digital Banking yang pesat ini juga didorong oleh tingginya pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional," katanya.
Focus Group Discussion (FGD) tentang "Peranan Digital Banking dalam Memperkuat Potensi Pertumbuhan Daerah NTT" itu menghadirkan narasumber Head Area Bank Mandiri Kupang, Herinaldi, Kasubid Pariwisata, Industri dan Perdagangan Bappeda NTT, Endang S. Lerrich.
Analis Ekonomi Bank Indonesia NTT, Petrus Endria Efendi, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT, Fahmi Abdullahi.
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) NTT, Theodorus Widodo dan Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Petrus A. Kerong.
Pewarta : Hironimus BIfel
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
