
Ditjen Imigrasi memastikan informasi data e-Visa bocor adalah hoaks

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasayarakatan (Kemenimipas) melakukan investigasi terkait informasi perentasan sistem visa elektronik atau e-Visa Indonesia yang menyebabkan 3 juta data Imigrasi bocor di media sosial dan memastikan hal itu adalah hoaks.
“(Info) itu hoaks,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Hendarsam menjelaskan, Ditjen Imigrasi telah memberikan atensi khusus terhadap kejadian tersebut dan langsung melakukan pengecekan pada hari kabar itu diperoleh.
“Tidak benar bahwa data imigrasi telah mengalami kebocoran,” ujarnya.
Menurut dia, bukti bahwa informasi itu bohong berdasarkan unggahan yang beredar disebut bahwa klaim tersebut masih belum terverifikasi dan kredibilitas pengunggah tergolong rendah dikarenakan menggunakan akun baru.
Dia menjelaskan dari investigasi awal, ditemukan perbedaan field database yang beredar dengan field database milik imigrasi.
“Kami pastikan bahwa tidak ada akses langsung ke database imigrasi, dan data tersebut diduga berasal dari login pengguna layanan yang disalahgunakan,” ungkapnya.
Informasi kebocoran data imigrasi ini beredar dalam sebuah unggahan di media sosial. Data imigrasi itu dibocorkan dan diperjualbelikan di situs dark web. Pemilik akun mengklaim telah membocorkan 3 juta data dari laman e-Visa Indonesia (https://evisa.imigrasi.go.id/).
Pemilik akun menyebut data itu mencakup nomor paspor, nama lengkap, status visa hingga pengindetifikasi visa.
Hendarsam menegaskan komitmen Ditjen Imigrasi untuk mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan pada seluruh layanan keimigrasian.
“Imigrasi terus berkomitmen untuk mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan pada seluruh layanan keimigrasian,” kata Hendarsam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ditjen Imigrasi pastikan informasi data e-Visa bocor adalah hoaks
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
