
Nelayan Flores Timur Keluhkan Keterbatasan BBM

"Kadang kami tidak bisa melaut karena kuota BBM yang disiapkan pada SPDN setiap bulan hanya 200 kiloliter," kata Iwan Uran.
Kupang (Antara NTT) - Para nelayan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mengeluhkan keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) yang disiapkan pada Solar Paket Dealer Nelayan (SPDN) sehingga mengganggu kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan setempat.
"Kadang kami tidak bisa melaut karena kuota BBM yang disiapkan pada SPDN setiap bulan hanya 200 kiloliter. Kalau bisa ditambah menjadi 300 kiloliter sehingga kapal-kapal nelayan bisa beroperasi lebih maksimal," kata Iwan Uran, seorang nelayan di Larantuka, Selasa.
Dia mengemukakan hal itu dalam dialog dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantio saat berkunjung ke Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang batal datang.
Dalam pertemuan itu, para nelayan juga mengeluhkan sulitnya mengurus izin untuk kapal yang akan digunakan untuk menangkap ikan di perairan setempat.
Nelayan lain, Lius Paru, mengatakan selain masalah BBM dan sulitnya mengurus izin kapal, pemerintah perlu memberikan bantuan alat Ice Flake pada Cold Storage agar nelayan bisa memperoleh es yang sudah diparut atau tidak lagi dalam bentuk gelondongan.
"Kalau bisa pemerintah pusat bisa bantu Ice Flake pada Cold Storage sehingga kami bisa memperoleh es yang sudah diparut untuk beroperasi di wilayah perairan," kata Lius Paru.
Terhadap keluhan nelayan, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantio mengatakan semua keluhan yang disampaikan para nelayan akan dikaji untuk dipertimbangkan.
"Khusus untuk Ice Flake, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memberikan bantuan empat unit untuk Cold Storage yang berada di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Amagarapati," katanya.
Ice Flake adalah alat pemecah es batu. Alat tersebut akan berfungsi memarut es balok sehingga menjadi butiran-butiran es.
Sementara itu, Kepala UPT Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT Antonius Amuntoda mengatakan Menteri Susi Pudjiastuti batal ke Flores Timur namun Menteri Susi tetap melakukan kunjungan ke NTT yakni ke Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
