NTT alokasikan Rp39 miliar bangun pabrik pakan ternak pada 2021

id NTT,Gubernur NTT,Pabrik pakan ternak

NTT alokasikan Rp39 miliar bangun pabrik pakan ternak pada 2021

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Alternatif lain bisa melakukan kerja sama antar kabupaten untuk mendukung ketersediaan bahan baku jagung bagi proses produksi pabrik pakan
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyiapkan anggaran senilai Rp39 miliar untuk membangun pabrik pakan ternak guna menjamin ketersediaan pakan bagi usaha peternakan di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

"Pabrik pakan ternak di NTT akan dibangun pada 2021 di tiga kabupaten yakni Kupang, Sumba Tengah, dan Manggarai Timur," kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskoda di Kupang, Senin, (21/12) terkait rencana pembangunan pabrik pakan ternak di NTT.

Ia mengatakan dengan anggaran yang disiapkan pemerintah provinsi senilai Rp39 miliar ini maka diharapkan ketiga kabupaten tersebut harus siap mendukung berupa penyiapan lahan pabrik dan penyediaan bahan baku jagung yang memadai untuk proses produksi.

Gubernur Viktor mengatakan langkah yang harus segera diambil adalah melakukan penyebaran benih jagung dan pupuk ke petani.

Selain itu menyiapkan aru baku untuk lahan jagung serta mempersiapkan skema harga yang tidak merugikan petani.

"Alternatif lain bisa melakukan kerja sama antar kabupaten untuk mendukung ketersediaan bahan baku jagung bagi proses produksi pabrik pakan," katanya.

Pemerintah provinsi mencatat populasi babi di NTT saat ini mencapai sekitar 2,3 juta ekor sementara ungga sebanyak 18,5 juta ekor.

Untuk itu dalam upaya meningkatkan populasi babi dan unggas ini, kata gubernur, maka perlu didukung dengan pengembangan industri pakan ternak di tiga pulau besar yakni Pulau Flores, Pulau Timor, dan Pulau Sumba.

Baca juga: Tiap tahun NTT keluarkan Rp1,1 triliun untuk pengadaan pakan ternak

Baca juga: Gubernur Laiskodat dorong Undana tingkatkan riset tentang energi


"Ini tentu akan berdampak meningkatkan pendapatan peternak babi dan unggas selain itu bisa mengendalikan inflasi daerah," katanya.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar