
Warga Ile Ape Mulai Mengungsi

Warga Kecamatan Ile Ape di Kabupaten Lembata mulai mengungsi untuk mengamankan diri dari dampak gempa yang terjadi sejak Minggu (8 /10), akibat meningkatnya aktivitas Gunung (Ile) Ape Lewotolok.
Ia mengatakan salah satu ruas jalan yang tertimbun material longsoran adalah lintasan jalan dari Desa Lamagute menuju Waimatan sepanjang sekitar dua kilometer.
Peralatan berat yang disiapkan untuk membersihkan material yang ada, juga mengalami kesulitan karena di bagian lereng jalan tersebut adalah pemukiman penduduk, sedang bagian atasnya adalah tebing yang curam.
"Sejak semalam sudah kami ingatkan warga untuk segera mencari jalan lain agar kendaraan yang akan menjemput bisa menjangkau selanjutnya untuk dievakuasi," katanya.
"Sejumlah kendaraan sudah kami terjunkan untuk melakukan penyisisran di sekitar lereng gunung tersebut. Memang, masih ada sejumlah warga yang tetap bertahan di rumah masing-masing, namun kami punya tanggungjawab moril untuk menyelamatkan mereka," katanya.
Ia mengatakan kerja sama dan komunikasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur sebagai wilayah kabupaten tetangga, untuk sejumlah bantuan yang bisa diberikan kepada para korban bencana.
"Banyak berita palsu atau hoax yang menyebar saat ini yang memberitakan bahwa gunung Ile Lewotolok Meletus, padahal itu tidak benar," katanya dalam siaran pers yang diterima Antara di Kupang, Rabu.
Ia mengatakan memang sejak Selasa (10/10) sempat terjadi gempa empat kali berturut-turut dengan kekuatan 3,9-4,9 Skala Richter (SR), dengan pusat gempa terjadi di sekitaran gunung Ile Ape Lewotolok.
Namun hingga Rabu pagi status gunung berapi tersebut tetap dalam status waspada atau level 2 dan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik dan tidak ada letusan.
"Status waspada gunung itu sudah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak Sabtu (7/10) lalu pukul 20.00 WITA," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa terkait dengan bencana gempa bumi di Lembata pihak BNPB sendiri sudah mendapatkan informasi dari BMKG.
Gempa dirasakan kuat di Desa Lamabute, Desa Napasabok, Desa Lamawolo, dan Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, pada Selasa (10/10) dini hari hingga sore.
Tidak ada korban jiwa dari gempa tersebut. Sebanyak 723 jiwa mengungsi ke beberapa tempat di Kecamatan Ile Ape.
"Data sementara yang kami dapat terdapat lima rumah rusak karena tertimpa batuan dari lereng gunung dan akibat guncangan gempa. BPBD masih melakukan pendataan bersama sejumlah instansi terkait untuk proses evakuasi lanjutan," katanya.
BPBD Lembata juga membangun tempat penampungan sementara dan memberikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar.
Kepala BNPB Willem Rampangilei telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan kepada BPBD. Bantuan logistik dari BPBD Provinsi NTT dan BPBD sekitar Kabupaten Lembata dapat dikirimkan untuk membantu pengungsi.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Pemantauan aktivitas Gunung Ile Ape Lewotolok dilakukan secara terus menerus dari Pos PGA di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape.
Rekomendasi PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Ile Ape Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
"Seluruh pihak agar menjaga ketenangan suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ile Ape Lewotolok yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.
Untuk diketahui Gunung Ile Ape Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur mempunyai ketinggian 1423 meter di atas permukaan laut. Gunung tersebut pernah meletus pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1821, 1864, 1889, dan 1920.
Pewarta : Yohanes Adrianus
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
