
Tingkat kebuntingan sapi NTT tertinggi nasional

"Tingkat kebutingan sapi per 31 Desember 2017 mencapai 92.468 ekor dan capaian ini yang tertinggi secara nasional sehingga untuk pola ekstensifikasi kami dapat juara pertama," kata Dani Suhadi.
Kupang (Antaranews NTT) - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dani Suhadi, mengatakan capaian tingkat kebutingan sapi di provinsi itu melalui pola ekstensifikasi selama tahun 2017 meraih angka tertinggi secara nasional yang tercatat mencapai 92.468 ekor.
"Tingkat kebutingan sapi per 31 Desember 2017 mencapai 92.468 ekor dan capaian ini yang tertinggi secara nasional sehingga untuk pola ekstensifikasi kami dapat juara pertama," kata Dani Suhadi saat dihubungi Antara di Kupang, Jumat.
Ia mengatakan, capaian tingkat kebungtingan sapi tersebut juga didukung kebijakan pemerintah pusat melalaui program sapi induk wajib bunting (SIWAB) melalui pemberian inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik.
Menurutnya, pemberlakuaan IB sapi telah meningkat cukup signifikan selama 2017 mencapai hingga 40.500 ekor lebih yang digerakan para petugas lapangan di daerah terutama di Pulau Timor seperti di Kabupaten Kupang.
"IB ini meningkat cukup tinggi karena biasanya yang tercapai hanya 5.000 sampai 6.000 tapi hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 40.000 ekor," katanya.
Lebih lanjut, Dani memastikan dalam tahun 2018 ini pihaknya akan terus meningkatkan populasi sapi yang ditargetkan untuk provinsi ternak dalam tahun ini bisa menembus hingga 1.060.000 ekor.
"Memang untuk saat ini capaian tahunan populasi sapi kita sudah meningkat drastis mencapai hingga 1.012.000 ekor lebih," katanya.
Peningkatan populasi sapi di provinsi berbasiskan kepulauan, katanya, itu didukung sejumlah faktor seperti pemeliharaan secara intesif di tingkat petani peternak yang didukung pula produktivitas sapi Bali yang bagus.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pola pendekatan melalui mangemen kelompok yang didukung pula dengan kebijakan tambahan secara nasional melalui program SIWAB maupun sebelumnya melalui GBIB (Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan).
Dani menambahkan, dalam tahun ini pihaknya juga memfokuskan pola intesifikasi sapi melalui managemen kawasan di daerah kabupaten sentra yang menjadi produksi rakyat seperti Kabupaten Kupang, Belu, Ngada, Manggarai Timur, Sumba Timur, dan Rote Ndao.
"Daerah-daerah ini yang akan kami arahkan dengan pendekatan managemen kawasan sehingga produktivitas sapinya lebih meningkat," katanya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
