Logo Header Antaranews Kupang

NTT dapat jatah 24 embung

Selasa, 23 Januari 2018 12:10 WIB
Image Print
Nusa Tenggara Timur dalam tahun ini akan mendapat jatah pembangunan 24 embung untuk mengatasi krisis air bagi hewan dan sektor pertanian.
Nusa Tenggara Timur dalam tahun ini mendapatkan jatah pembangunan 24 embung untuk mengatasi kesulitan sumber air bagi hewan dan sektor pertanian, meski jumlahnya sangat sedikit.

Kupang (Antaranews NTT) - Nusa Tenggara Timur dalam tahun ini mendapatkan jatah pembangunan 24 embung untuk mengatasi kesulitan sumber air bagi hewan dan sektor pertanian, meski jumlahnya sangat sedikit.

"Tahun ini pembangunan embung di NTT berkurang, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Balai Wilayah Sungai NTT Agus Sosiawan kepada Antara di Kupang, Selasa, terkait permintaan Presiden Joko Widodo agar pembangunan embung di NTT diperbanyak dalam tahun 2018.

Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke NTT awal Januari lalu mengatakan bahwa pembangunan bendungan di NTT sudah cukup karena sudah ada tujuh. Sementara yang harus diperbanyak adalah embung-embung kecil di setiap daerah.

Agus mengatakan pengurangan pembangunan embung di NTT dari tahun-tahun sebelumnya ini dikarenakan banyaknya pembangunan bendungan besar yang anggarannya dikucurkan bagi pembangunan tersebut.

"Pada 2017 misalnya pembangunan embung di NTT mencapai 27 buah. Sementara tahun ini berkurang. Memang karena anggarannya difokuskan untuk pembangunan bendungan di NTT ini," ujarnya.

Namun menurutnya jika dibandingkan dengan daerah lain, pembangunan embung di NTT terbilang cukup banyak. "Daerah lain mungkin hanya 6-10 embung sementara kita mencapai 24 embung. Ini terbilang banyak," ujarnya.

Ia mengatakan walaupun sudah ada permintaan memperbanyak pembangunan di NTT namun sampai dengan akhir 2018 dipastikan tidak ada penambahan pembangunan embung di provinsi berbasis kepulauan itu.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis yang membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan kepada wartawan di Kupang beberapa waktu lalu menyesalkan berkurangnya pembangunan embung-embung di NTT.

Padahal NTT merupakan provinsi berbasis kepulauan yang membutuhkan embung-embung kecil yang banyak untuk mengatasi kekeringan di daerah itu.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026