Logo Header Antaranews Kupang

Dinas Dukcapil kebut rekam data e-KTP

Selasa, 10 April 2018 18:49 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kupang Daniel Takain.
"Saat ini kami bekerja keras untuk menyelesaikan perekaman data e-KTP bagi 53.987 warga yang belum melakukan perekaman," kata Daniel Takain.

Kupang (AntaraNews NTT) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, kebut melakukan perekaman data KTP elektronik terhadap 53.987 warga daerah itu agar bisa memiliki hak pilih pada pilkada 2018.

"Saat ini kami bekerja keras untuk menyelesaikan perekaman data e-KTP bagi 53.987 warga yang belum melakukan perekaman," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kupang Daniel Takain ketika dihubungi Antara dari Kupang, Selasa (10/4).

Berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan KPU masih terdapat 53.987 orang belum melakukan perekaman sehingga terancam kehilangan hak pilih dalam Pilkada 2018.

Daniel mengatakan hal itu terkait perekaman data e-KTP terhadap 53.987 pemilih potensial yang terdiri dari 26.223 laki-laki dan 27.764 perempuan di Kabupaten Kupang.

Menurut dia, petugas Disdukcapil sedang melakukan perekaman data e-KTP terhadap 53.987 warga di 177 desa/kelurahan di Kabupaten Kupang itu.

Baca juga: 19 alat perekaman e-KTP rusak

Pihaknya menargetkan dari jumlah 53.987 warga yang belum melakukan perekaman itu sekitar 80 persen mengikuti perekaman data karena petugas Disdukcapil melakukan upaya "jemput bola" dengan mendatangi semua desa untuk melakukan perekaman di desa.

Ia berharap masyarakat di Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan wilayah Oecusse, Timor Leste, lebih proaktif melakukan perekaman. Sebab, saat ini, hanya lima alat perekaman data e-KTP yang masih berfungsi, sedang 19 lainnya dalam kondisi rusak.

Kegiatan perekaman yang dilakukan Disdukcapil Kabupaten Kupang di Oelamasi selalu berlangsung hingga malam hari.

"Kami melayani sampai semua masyarakat yang datang melakukan perekaman terlayani. Petugas baru pulang setelah semua masyarakat dilayani karena warga yang datang pada umumnya dari daerah pedalaman sehingga pelayanan kita lakukan hingga malam hari," tegas Daniel.

Baca juga: Pencetakan e-KTP terkendala jaringan telekomunikasi



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026