
Nelayan Kupang Alih Profesi di Musim Paceklik

"Kebanyakan nelayan beralih profesi menjadi tukang, buruh, ataupun ikut nelayan lampara menangkap di perairan dekat," kata Abdul Wahab Sidin...
Kupang (Antara NTT) - Ketua Bidang Indormasi dan Komunikasi Himpunan Seluruh Indonesia (HNSI) NTT Abdul Wahab Sidin mengatakan umumnya nelayan di Kota Kupang beralih profesi ketika memasuki musim paceklik.
"Kebanyakan nelayan beralih profesi menjadi tukang, buruh, ataupun ikut nelayan lampara menangkap di perairan dekat," katanya saat dihubungi Antara di Kupang, Senin, terkait kondisi nelayan di saat musim paceklik.
Dia mengatakan, lasimnya musim paceklik akan mulai pada pertengan bulan Desember namun masih disesuaikan dengan imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi Geologi (BMKG) setempat sesuai kondisi di perairan.
"Musim paceklik berlangsung hingga tiga atau empat bulan dan selama itu nelayan beralih ke profesi lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga," kata Humas HNSI Kota Kupang itu.
Saat musim paceklik, kata Wahab, para nelayan pole and line akan memarkirkan kapal di Pantai Sulamu, Kabupaten Kupang dan hanya nelayan lampara dan pancing dasar yang melaut di perairan dekat.
Dia mengatakan, paceklik atau musim barat ditandai dengan kondisi angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi dan badai di perairan sehingga kapal nelayan terutama berukuran di bawah 10 gross tonnage (GT) sulit melaut.
"Kami juga diberitahu oleh pengelola pelabuhan perikanan dan untuk sementara mereka tidak memberikan SPB (Surat Persetujuan Berlayar)," katanya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengawasan DKP NTT Ganef Wurgiyanto mengatakan pemerintah secara terprogram menyalurkan bantuan bagi nelayan untuk membantu mereka di saat musim paceklik.
Bantuan tersebut, lanjut dia, berupa peralatan tukang, perbengkelan, maupun modal usaha dagang, yang sudah diidentifikasi sesuai dengan potensi nelayan di daerah setempat.
"Namun kita tidak menyalurkan bantuan setiap musim paceklik karena fasilitas bantuan tidak habis terpakai dan juga disesuaikan dengan kondisi anggaran," katanya di Kupang.
Ganef berharap agar, para nelayan bisa memaksimalkan bantuan yang selama ini sudah tersalurkan sehingga sesuai sasaran dan bisa membantu perekonomian mereka sambil menunggu musim paceklik berlalu.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
