Kupang (AntaraNews NTT) - Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Vicktory-Joss), meminta para pendukungnya untuk tidak menggelar pawai kemenangan.
"Pertama, kami meminta pendukung untuk tetap tenang, sampai ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Sekretaris Tim Pemenangan Victory-Joss, Honing Sani kepada Antara di Kupang, Rabu (27/6) sore, terkait respon terhadap hasil hitung cepat pemilihan Gubernur NTT.
Hasil hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), menempatkan pasangan nomor urut 4 yang didukung Partai Nasdem, Golkar dan Hanura itu unggul sementara dengan meraih 35,67 persen suara.
Posisi kedua diraih pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pasangan bernomor urut 2 ini memperoleh 25,24 persen.
Sementara pasangan Esthon Foenay-Christian Rotok yang didukung Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) meraih 21,07 persen dan posisi ke empat diraih pasangan Beny Kabur Harman-Beny Litelnoni yang didukung Partai Demokrat, PKS dan PKPI meraih 18,02 persen.
Baca juga: Indo Survei: Viktory-Joss unggul di Pilgub NTT
"Kami berharap kerja sama seluruh `stakeholder` (pemangku kepentingan) dan masyarakat untuk bersama-sama bangkit sesuai dengan visi misi Vicktory-Joss," tuturnya.
Dia juga mengharapkan agar semua pasangan calon untuk menerima apapun hasil pilihan rakyat NTT serta menjaga pendukungnya masing-masing untuk tidak anarkis merespon hasil pilkada.
"Kami juga akan membangun komunikasi dengan pemerintahan provinsi terkait persiapan transisi pemerintahan dengan Sekda NTT, paling lambat setelah pengumuman hasil pemilihan oleh KPU," ujarnya.
Komunikasi ini dilakukan agar bisa menyusun semua rencana pemerintahan Vicktory-Joss bersama pemerintah sehingga setelah dilantik pasangan ini bisa langsung bekerja, katanya, menambahkan.
Baca juga: Gubernur NTT: Jangan euforia berlebihan