Logo Header Antaranews Kupang

Pemerintah perlu perketat pengawasan terhadap sembako

Sabtu, 30 Juni 2018 11:24 WIB
Image Print
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Nusa Tenggara Timur Dr James Adam.
Kementerian Perdagangan diminta untuk memperketat pengawasan terhadap sembilan bahan pokok (sembako) agar tidak menjadi permainan oleh mafia pangan.

Kupang (AntaraNews NTT) - Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Nusa Tenggara Timur Dr James Adam meminta Kementerian Perdagangan untuk memperketat pengawasan terhadap sembilan bahan pokok (sembako) agar tidak menjadi permainan oleh mafia pangan.

"Menurut saya selama Ramadhan masih ada harga kebutuhan pokok yang cukup tinggi di pasaran, karena pemerintah belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan harga," katanya kepada Antara di Kupang, Jumat (29/6).

Ia mengatakan, pengendalian harga pasar untuk sembilan bahan pokok oleh pemerintah belum maksimal karena pemerintah tidak punya kemampuan yang cukup untuk menekan harga pasar.

"Oleh karena itu mafia pangan tidak terlalu terganggu dengan kebijakan atau pengawasan pemerintah sebab mereka punya mekanisme sendiri yang terjadi di luar pasar yang tidak bisa dikontrol atau diatur oleh pemerintah," katanya.

Baca juga: Gubernur : Pangan-karya UMKM dijual di transmart

Salah satu hal yang biasa dilakukan oleh mafia, menurut dia, adalah dengan cara menimbun produk yang menimbulkan biaya tambahan terhadap biaya distribusi.

Hal ini menurutnya tentu akan berdampak pada harga barang di pasar, yang pada tahun ini belum semuanya stabil.

Ia menambahkan bahwa harga pasar selalu ditentukan oleh mekanisme pasar antara penjual dan pembeli.

"Sudah menjadi hal umum bahwa bertepatan dengan hari raya harga barang pasti meningkat dan ini berlaku umum kecuali di negara-negara yang ekonominya sudah mapan," tambahnya.

Baca juga: Beban NTT dalam memenuhi kebutuhan pangan



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026