Kampung adat Gurusina di Ngada terbakar

id KEBAKARAN

Kampung adat Gurusina di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (13/8) petang sekitar pukul 16.30 Wita terbakar. Sebab-sebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. (ANTARA Foto/istimewa)

Kampung adat Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar pada Senin (13/8) petang.
Kupang (AntaraNews NTT) - Kampung adat Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar pada Senin (13/8) petang.

Seorang warga Desa Watumanu, Feri Lado ketika dihubungi Antara dari Kupang melalui telpon, Senin (13/8) malam, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

"Iya betul kampung adat kami di Gurusina terbakar sekitar Pukul 16.30 Wita," katanya dan menjelaskan kobaran api dengan cepat menyambar hingga menghanguskan sebanyak 26 rumah tradisional beratap alang-alang dan berdiding kayu yang dihuni warga setempat.

"Dari 33 rumah adat, hanya enam rumah adat yang dihuni dengan satu rumah baca yang bisa kami selamatkan," katanya.

Baca juga: Kebakaran Kampung Tarung akibat Hubungan Arus Pendek
Kampung adat Gurusina di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (13/8) petang sekitar pukul 16.30 Wita terbakar. Sebab-sebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. (ANTARA Foto/istimewa)
Feri mengatakan, warga setempat belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut dan belum diketahui kemungkinan korban jiwa karena warga masih berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Ia mengatakan, kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar Pukul 19.30 Wita oleh para petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada yang berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi kebakaran.

"Warga juga masih lakukan pemadaman untuk sisa-sisa api yang masih menyalah pada bangunan yang tidak bisa diselamatkan," katanya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar