Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau warga di Labuan Bajo, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Manggarai Barat Yeremias Ontong dihubungi di Labuan Bajo, Selasa mengatakan imbauan itu disampaikan menyusul beberapa kasus kebakaran lahan terbuka di wilayah utara Kota Labuan Bajo.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran lahan terbuka karena cuaca yang sangat panas, akan tetapi tidak menutup kemungkinan karena keteledoran orang yang membuang puntung rokok sembarangan atau hal lainnya seperti membakar lahan," kata Yeremias.
Unit Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Manggarai Barat sepanjang tahun 2025 telah menangani sebanyak 20 kasus kebakaran di Labuan Bajo. Dari puluhan kasus kebakaran itu terdapat sebanyak empat kasus kebakaran lahan terbuka di wilayah utara Kota Labuan Bajo.
"Kasus kebakaran ini sering terjadi memasuki musim kemarau hingga masa pancaroba seperti saat ini," ujarnya.
Pada wilayah utara Kota Labuan Bajo, lanjut dia, merupakan kawasan wisata karena terdapat berbagai hotel, resort dan restoran. Wilayah ini pun ramai dilalui warga maupun wisatawan sehingga rentan terjadi kebakaran jika membuang puntung rokok sembarangan.
Dalam upaya pemadaman kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja Manggarai Barat mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil penyuplai air.
"Rata-rata luas lahan terbakar hingga belasan hektare dan yang menjadi kesulitan kami karena topografi yang berbukit dan berbatu, kami biasanya memprioritaskan penanganan kebakaran yang dekat dengan jalan umum karena dapat dijangkau," ujar Yeremias.
Penanganan kebakaran di wilayah utara Kota Labuan Bajo menjadi perhatian Pemkab Manggarai Barat karena merupakan pusat aktivitas wisata.
"Penanganan kebakaran kami prioritaskan juga di dekat hotel karena asap itu sangat mengganggu wisatawan, apalagi ada beberapa hotel yang atapnya terbuat dari alang-alang," kata Yeremias.
Lebih lanjut, Yeremias juga mengimbau warga agar menghindari pembakaran lahan atau sampah tanpa pengawasan yang dapat memicu meluasnya kebakaran dalam masa pancaroba saat ini.
"Ada juga beberapa peristiwa kebakaran di Labuan Bajo dari aktivitas warga yang membakar sampah dan tempat penampungan barang bekas, sehingga hal ini harus diperhatikan warga," kata Yeremias.

