Logo Header Antaranews Kupang

Danrem: Yohanis akan diprioritaskan menjadi prajurit TNI

Minggu, 19 Agustus 2018 12:43 WIB
Image Print
Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa.
Danrem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan Yohanis Gala Marschal Lau (14) akan diprioritaskan jika ingin mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI.

Kupang (AntaraNews NTT) - Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan Yohanis Gala Marschal Lau (14) akan diprioritaskan jika ingin mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI.

"Atas aksi heroiknya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengapresiasi dengan memberikan kemudahan dan memberikan prioritas kepada Yohanis jika ingin menjadi prajurit TNI," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Kupang, Minggu (19/8).

Danrem mengagumi aksi heroik Yohanis memanjat tiang bendera yang talinya putus untuk menyelamatkan upacara pengibaran Merah Putih di Pantai Mota Ain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

"Berkat kesetiaan dan kecintaan kepada NKRI dengan keberaniannya, bendera Merah Putih dapat dikibarkan kembali dalam upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 RI di wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste itu", katanya.

Untuk itu, TNI memberikan prioritas kepada pelajar yang akrab disapa Joni itu manakala usianya mencukupi dan memenuhi syarat untuk direkrut dan dibina menjadi prajurit TNI.

Ketika ditanyai cita-citanya, lanjut Brigjen Teguh, Yohanis sendiri juga mengaku ingin menjadi seorang prajurit TNI."Cocoklah...kalau dia memang memiliki niat seperti itu...," ujarnya.

Baca juga: Bocah pemanjat tiang bendera diterbangkan ke Jakarta

Yohanis Gama Marschal Lau (14), siswa SMP Silawan, Kabupaten Belu, NTT yang dengan heroiknya menyelamatkan upacara pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan 17 Agustus di Pantai Mota Ain, Kecamatan Tasifeto Timur, foto bersama para pramugari Batik Air saat terbang ke Jakarta, Sabtu (18/8) untuk bertemu dengan Menpora dan Presiden Joko Widodo. (ANTARA Foto/istimewa)
Jenderal berbintang satu itu menambahkan, tidak menutup kemungkinan juga suatu saat nanti Yohanis ingin menjadi anggota Polri juga akan mendapatkan prioritas yang sama.

"Kepolisian juga akan memberikan prioritas dan kemudahan kepada yang bersangkutan, karena memang dilihat dari apa yang dilakukan itu cukup heroik, patriotik, dan itu menginspirasi kita semua," katanya menegaskan.

Sebelumnya, aksi Yohanis Gala Marschal Lau menyelamatkan upacara pengibaran Merah Putih di wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste itu menyita perhatian publik dan menjadi viral di berbagai jejaring media sosial.

Akibat aksinya itu, ia pun menuai banjir pujian dari publik termasuk Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi serta pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang telah berjanji memberikan hadiah Rp25 juta kepada Joni untuk membeli permen.

Yohanis akhirnya diundang secara khusus oleh Menteri Imam Nahrawi ke Jakarta dan dijanjikan untuk menonton salah satu cabang olah raga dalam perhelatan Asian Games 2018.

Menurut rencana, Joni akan diantar oleh Menpora Imam Nahrawi untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (20/8).

Joni diterbangkan dari Bandara El Tari Kupang pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 08.10 WITA dengan pesawat Batik Air menuju Jakarta bersama kedua orang tuanya serta Dandim 1605/Belu Letkol CZI I Gusti Putu Dwika dan Kapolres Belu AKBP Christian Tobing.

Baca juga: Menpora undang bocah pemanjat tiang bendera ke Jakarta

Bocah Yohanis Gama Marschal Lau (14) sedang digendong Menpora Imam Nahrawi saat bersama orangtuanya tiba di ruang kerja Menpora di Jakarta, Sabtu (18/8). (ANTARA Foto)



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026