
Kolonel Hendro diberi gelar "Naijuf Kaneno"saat tiba di Kupang

Kupang (ANTARA) - Komandan Korem 161/Wira Sakti Kolonel Inf. Hendro Cahyono disambut dengan tradisi sakral dan diberi gelar Naijuf Keneno atau “Langit Memerah di sini” layaknya kesatria perang saat tiba di Makorem 161/Wira Sakti di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis.
Saat tiba di Makorem 161/Wira Sakti, di Kupang, Kamis siang, keluarga Sonbay langsung memakaikan pakaian adat beserta seluruh atributnya sehingga terlihat keren seperti seorang kesatria perang.
“Keluarga besar Liurai Sonbay bersepakat memberikan gelar kepada Bapak Danrem melalui sebuah ritual khusus yang dilakukan pada Rabu (30/7) malam dengan nama “Naijuf Keneno Langit Memerah di Sini,” katanya.
Arti dari pemberian nama tersebut adalah pantang mundur namun tetap menunggangi awan untuk memecahkan petir serta langit, dalam rangka mengabdi dan melayani masyarakat Flobamora.
Kapenrem 161/Wira Sakti Mayor Inf. I Gusti Komang Surya Negara mengatakan Hendro Cahyono resmi menjabat sebagai Danrem 161/WS usai dilantik dan dilakukan serah terima jabatan oleh Pangdam IX/Udayana di Denpasar, Bali pada Rabu (30/7) kemarin.
Pengganti Brigjen TNI Joao Xavier Baretto Nunes itu tiba di Kupang, pada Kamis (31/7) siang jelang sore dan langsung disambut oleh sejumah forkompimda NTT.
Mulai dari Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wadan Lantamal VII/Kupang, Ketua DPRD Provinsi NTT diwakili Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT,Danlanud El Tari Kupang, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT serta sejumlah pejabat lainnya.
Sesuai jadwal pada Kamis (31/7) malam akan dilakukan acara lapas sambut, dan pada Jumat (1/8) akan dilakukan tradisi pelepasan.
Untuk diketahui sebagai menjabat sebagai Danrem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf Hendro Cahyono sebelumnya menjabat sebagai Inspektorat-VII/Pembinaan Jabatan Personel Inspektorat Personel Inspektorat Umum Inspektorat Jenderal Angkatan Darat.
Dia menggantikan Brigjen TNI Joao Xavier yang selanjutnya memasuki masa purna tugas setelah mengabdikan diri puluhan tahun di TNI AD.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
