Danrem: Tank Leopard akan ditempatkan di Kupang

id Tank

Tank Leopard akan ditempatkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur dalam mendukung Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI-AD. (ANTARA Foto/dok)

Penempatan tank Leopard di Kupang, Nusa Tenggara Timur itu dalam upaya mendukung peralatan utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI-AD, karena berhadapan dengan dua negara, yakni Timor Leste dan Australia.
Kupang (AntaraNews NTT) - Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan sesuai dengan rencana strategis (Renstra) TNI 2015-2019 dalam mendukung sistem pertahanan keamanan di kawasan perbatasan, maka TNI-AD akan menempatkan tank Leopard di Kupang, NTT.

"Ke depan TNI akan membangun kompi Kaveleri di Naibonat dan Batalyon Pertahanan Udara di Camplong, Kabupaten Kupang. Jika ada kompi kaveleri maka otomatis tank Leopard akan ditempatkan di sini," katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat (5/10) usai peringatan HUT ke-73 TNI di Pangkalan Udara El Tari Kupang.

Penempatan tank Leopard di Kupang, Nusa Tenggara Timur itu dalam upaya mendukung peralatan utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI-AD, karena berhadapan dengan dua negara, yakni Timor Leste dan Australia.

"Nantinya tank besar itu akan bermarkas di Naibobat pada tahun 2019. Tentu saja ini akan menambah Alutsista di wilayah NTT," tambah mantan Wadanjen Kopassus itu.

Ia menambahkan selain tank Leopard, TNI juga akan memiliki senjata pertahanan udara yang akan ditempatkan di Camplong, tepatnya di markas Batalyon Pertahanan Udara (Yonhanud) yang memang saat ini sedang dalam persiapan untuk pembangunan markasnya.
Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa (tengah) memberikan tanda jasa kepada prajurit TNI yang telah mengabdi lama di institusi TNI di Lanud El Tari Kupang, Jumat (5/10) (AntaraNews NTT Foto/Kornelis Kaha) 
Keberadaan sejumlah Alutsista di NTT itu, kata jenderal berbintang satu itu, bukan karena daerah itu dalam bahaya, namun hanya bagian dari mempertahankan wilayah NTT karena memang NTT adalah bagian dari Indonesia.

Di samping masalah Alutsista, ia juga menyampaikan bahwa di usia TNI yang ke-73 ini, pasukan TNI khususnya di kawasn perbatasan harus tetap menjalankan tugas pokoknya menjaga wilayah NKRI.

Ia mengatakan TNI di perbatasan yang memang sudah terpilih mengawal perbatasan harus bangga dengan apa yang menjadi tugasnya menjadi pintu masuk perbatasan.

Ia pun berharap diusia tersebut kedewasaan setiap prajurit TNI harus ditingkatkan, membantu masyarakat serta melindungi bangsa dan negara dari gangguan mana pun.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar