Logo Header Antaranews Kupang

Mewujudkan Poros Maritim Dunia dari Tanah Lembata

Minggu, 11 Desember 2016 11:00 WIB
Image Print
Hari Nusantara 2016 di Lembata
Kini, Lembata terus berbenah untuk menegaskan kembali tujuan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Kupang (Antara NTT) - Lembata hanyalah sebuah gugusan kepulauan dengan luas daratan sekitar 126.684 hektare yang diapiti oleh beberapa pulau di antaranya seperti Pulau Adonara, Solor dan Kepulauan Alor.

Dari luas daratan tersebut, tercatat sekitar 71,46 hektare dimanfaatkan bagi pengembangan kawasan pemukiman dan budi daya

nonpertanian, sedangkan 55.202 hektare sisanya diperuntukkan bagi pengembangan potensi pertanian.

Pada masa Hindia Belanda, Lembata lebih populer dengan sebutan Pulau Lomblen. Pada 24 Juni 1967, dikukuhkan menjadi Lembata melalui sebuah Musyawarah Kerja Luar Biasa Panitia Pembentukan Kabupaten Lembata.

Pengukuhan nama Lembata ini sesuai sejarah asal masyarakatnya yang berasal dari Pulau Lepanbatan. Sejak 01 Juli 1967, nama Lomblen diganti 100 persen menjadi Lembata dengan jumlah penduduk sekitar 106.312 jiwa.

Kini, Lembata--salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur--terus menggeliat dan berbenah seiring dengan pelaksanaan Hari Nusantara 2016 pada 13 Desember sebagai momentum untuk menegaskan kembali tujuan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menurut rencana, Hari Nusantara 2016 tersebut akan disemarakkan dengan parade kapal (pada puncak acara), olahraga bahari, perburuan ikan paus, serta berbagai festival bahari termasuk Wonderful Sail 2 Indonesia.

Para wisatawan akan menikmati obJek wisata Bukit Doa Watomiten, Bukit Cinta, Kuma Resort Waijarang, Pantai Jontona, Fosil Paus Biru di Desa Watodiri Jontona yang terdampar pada 2008 yang lalu, serta lokasi budidaya kerang mutiara Indopearls di Waienga, Lebatukan.

Hari Nusantara 2016 mengangkat tema "Tata Kelola Potensi Maritim Nusantara yang Baik Menuju Poros Maritim Dunia" dengan subtema "Dari Lembata Nusa Tenggara Timur Membangun Potensi Maritim Nusantara".

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya yang meluncurkan Hari Nusantara 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin (22/8).

Bagi Menpar Arief Yahya, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi alam (nature), budaya (culture), dan daya tarik buatan manusia (manmade) yang kuat, di antaranya Pulau Komodo sebagai destinasi kelas dunia dan tradisi berburu ikan paus di Lamalera, Kabupaten Lembata yang menarik wisatawan dunia.

Kabupaten Lembata juga menjadi salah satu titik labuh favorit bagi wisatawan yachter dunia dan tren kunjungan yacht ke Lembata terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menpar menambahkan kunjungan wisatawan ke NTT tahun lalu mencapai 2,8 juta orang, sedangkan yang berkunjung ke Kabupaten Lembata sekitar 5.000 wisatawan termasuk 1.000 wisman yang sebagian adalah para yachter dunia.

Menurut Menteri Yahya, para yachter akan diundang dalam acara Wonderful Sail 2 Indonesia sebagai "core event" Hari Nusantara 2016, yang akan berpartisipasi di antaranya para peserta dari Lithuania, Amerika Serikat, Jerman, Filipina, Australia, Belanda, Inggris, Prancis, dan Selandia Baru.

Deklarasi Juanda
Peringatan Hari Nusantara ini berdasarkan lahirnya Deklarasi Juanda yang melahirkan konsepsi negara kepulauan pada tanggal 13 Desember 1957.

Peringatan Hari Nusantara kali ini, diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat Indonesia dari yang berbasis pada ruang hidup darat menjadi laut.

Hari Nusantara 2016 sebagai penegasan kembali, menjadikan maritim menjadi arus utama pembangunan sekaligus percepatan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur.

NTT dengan destinasi wisata utamanya Labuan Bajo, telah menjadi destinasi prioritas untuk dibangun sebagai bagian dari 10 Bali Baru.

Selama ini masyarakat mengenal Pulau Komodo dan tradisi perburuan ikan paus secara tradisional di Lamalera. Lembata juga menjadi salah satu tujuan utama destinasi para kapal yacht dari seluruh dunia, yang semakin tahun semakin meningkat kunjungannya.

Dengan penyelenggaraan Hari Nusantara 2016 di Lembata, keindahan pariwisata Indonesia terus dikenalkan, sekaligus membawa Lembata ke dunia internasional.

Festival Hari Nusantara 2016 telah dilakukan beberapa kali termasuk di Aceh, Kota Baru Kalimantan dan sekarang diadakan di Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Hari Nusantara ini sebagai destinasi prioritas pembangunan infrastruktur dan promosi pariwisata NTT sekaligus membawa Lembata ke dunia internasional, ujar Menteri Yahya.

Penginapan
Di tengah keuangan pemerintahan yang terus melilit, Pemerintah Kabupaten Lembata mengucurkan dana sebesar Rp20 miliar untuk menyukseskan puncak peringatan Hari Nusantara pada 13 Desember 2016 di Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata.

Penjabat Bupati Lembata Sinun Petrus Manuk mengatakan dana tersebut bersumber dari APBD Lembata, meskipun pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga mengalokasikan sejumlah dana untuk kegiatan dimaksud.

Ada dua lokasi yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan puncak peringatan Harnus 2016, yakni di atas dermaga Lewoleba dan Expo Nusantara.

Bagi Sinun Petrus Manuk, anggaran bukanlah segala-galanya, yang penting perayaan Hari Nusantara di Lembata berjalan sukses dan dilaksanakan sesuai rencana.

Lembata dengan ibu kota Lewoleba, hanyalah sebuah kota kecil dengan penuh keterbatasan, sehingga ketika disinggung soal penginapan untuk para peserta dan tamu yang akan menghadiri puncak peringatan Harnus, Penjabat Bupati Lembata itu hanya mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan semua penginapan yang ada di Kota Lewoleba.

Bahkan, rumah penduduk yang dinilai layak pun telah dikomunikasikan untuk dijadikan sebagai tempat penginapan. Tidak hanya itu, asrama-asrama yang layak pun sudah disiapkan.

Walau demikian, daya tampungnya masih sangat terbatas, tidak sebanding dengan peserta dan tamu yang akan datang pada puncak peringatan Harnus nanti.

Rupanya, pemerintah setempat juga sudah menyiapkan kapal milik PT Pelni, KM Umsini sebagai tempat penginapan apung terutama bagi peserta atau tamu yang tidak mendapat penginapan di darat.

Sinun Petrus Manuk yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT itu menambahkan pihaknya juga segera berkoordinasi dengan manajemen maskapai penerbangan Susi Air dan TransNusa.

Koordinasi ini dimaksudkan agar dua maskapai dimaksud bisa menambah frekuensi penerbangan dari dan ke Lewoleba, menyinggapi Bandara Wunopito.

Ia berharap pemerintah pusat memberi perhatian yang maksimal untuk pelaksanaan pembangunan di Lembata yang bersumber dari APBN, seperti pengerjaan infrastruktur jalan, dermaga, perluasan bandara, dan lain-lain.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengakui bahwa Lembata sebagai tuan rumah Hari Nusantara saat ini masih memiliki kekurangan dalam hal akomodasi seperti tempat penginapan untuk menampung ribuan tamu yang akan datang.

Atas dasar itu, pihaknya juga sudah minta Kepala Staf Angkatan Laut untuk memanfaatkan Kapal Angkatan Laut sebagai tempat penginapan para tamu. Tak ada rotan, akar pun jadilan.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026