43 barang pelanggan masih berada di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur

Jakarta (ANTARA) - Pendampingan terhadap pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) agar seluruh proses penanganan berjalan dengan baik hingga tahap pemulihan selesai.

Per Kamis (7/5) pukul 07.00 WIB, sebanyak 94 pelanggan telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan bersama keluarga. Sementara itu, 13 pelanggan lainnya masih menjalani perawatan lanjutan di sejumlah rumah sakit dengan kondisi yang terus dipantau secara berkala. Seluruh pasien yang sebelumnya menjalani perawatan intensif kini telah berada di ruang rawat inap.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan KAI terus memastikan kebutuhan pelanggan dan keluarga dapat terlayani selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,” ujar Anne.

KAI juga masih membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Pengajuan dapat dilakukan dengan melengkapi dokumen berupa bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.

Dukungan psikologis melalui layanan trauma healing juga tetap tersedia bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan. Layanan tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari telemedicine hingga tatap muka sesuai kondisi dan kebutuhan pelanggan.

Selain fokus pada proses pemulihan pelanggan, KAI juga terus melakukan pengamanan barang-barang pelanggan yang tertinggal saat kejadian. Hingga 7 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 118 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 75 barang telah diserahkan kepada pemilik, sedangkan 43 barang lainnya masih dalam proses verifikasi di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur.

“Kami memahami setiap barang yang tertinggal memiliki arti penting bagi pelanggan maupun keluarga. Karena itu proses pendataan dan penyerahan dilakukan secara teliti agar barang dapat diterima oleh pemilik yang berhak,” tambah Anne.

Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kebutuhan informasi, administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis bagi pelanggan dan keluarga.

“KAI berupaya memastikan pelanggan dan keluarga tetap mendapatkan pendampingan selama masa pemulihan berlangsung agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan lebih baik dan terarah,” tutup Anne.

Pewarta :
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2026