Kupang (ANTARA) - Lapak-lapak dagangan itu berjejer rapih di sebagian sisi Alun-Alun Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur saat pelaksanaan kegiatan Koepan Expo yang digelar Pemerintah Kota Kupang.

Di setiap lapak, ada satu hingga dua orang menjaga barang-barang. Mereka adalah para Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang hadir menyuguhkan beragam produk seperti kuliner, tenun ikat, minuman herbal, obat tradisional, hingga perabot rumah tangga dan lainnya.

Para pedagang itu tampak sibuk berinteraksi dengan pengunjung dari kalangan anak-anak dan dewasa yang menyambangi lapak mereka untuk menjajal barang-barang dagangan.

Pengunjung dilayani untuk mencoba memakai kain tenun ikat dan perhiasan maupun dihidangkan makanan dan minuman sesuai permintaan.

Lapak UMKM terus dibanjiri pengunjung selama tiga hari pelaksanaan Koepan Expo, terutama pada sore hingga malam hari.

Pelaksanaan Koepan Expo bertambah meriah dengan suguhan pertunjukan fashion show maupun tarian tradisional yang dipentaskan secara massal.

Alun-alun Kota Kupang menjadi pilihan tempat yang strategis karena merupakan ruang publik yang dilengkapi taman bermain anak yang menyediakan mainan seperti odong-odong, mobil mainan, sehingga pengunjung yang datang bisa sekaligus berekreasi.

Kuliner

Pelaksanaan Koepan Expo menjadi ajang bagi pelaku UMKM di Kota Kupang untuk bangkit dari lesuhnya usaha akibat pandemi COVID-19. Sebagian besar dari mereka menyuguhkan produk olahan makanan dan minuman.

Mulai dari makanan ringan, seperti kue, jagung bakar, pisang bakar, pisang goreng, keripik, salome hingga bakso, mi ayam, hingga nasi ayam, ikan bakar, dan sebagainya menjadi suguhan kuliner yang dapat dinikmati para pengunjung.

Ada pulau pelaku UMKM yang menyuguhkan produk perabot rumah tangga, tenun ikat, minuman herbal, obat tradisional.

Suguhan kuliner dapat dinikmati para pengunjung dengan harga rata-rata berkisar Rp10.000-Rp20.000 per buah.

Pelaku UMKM pun meraup keuntungan untuk keberlangsungan usaha. Kegiatan itu menjadi ajang promosi sekaligus memasarkan produk yang sebelumnya tak ramai diburuh konsumen akibat pandemi.

"Kami tentu senang bisa dilibatkan dalam Koepan Expo ini. Ini kesempatan untuk menghidupkan usaha kami yang sebelumnya memang seperti mati surih karena pandemi," kata salah satu pelaku UMKM kuliner.

Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar ke depan dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM untuk menggeliatkan kembali usaha-usaha masyarakat di Kota Kupang untuk peningkatan kesejahteraan.
 

Berkelanjutan

Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh mengatakan pelaksanaan expo atau kegiatan sejenisnya akan digelar secara berkelanjutan untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM maupun sebagai kesempatan menumbuhkan kreativitas generasi muda melalui kegiatan seperti pertunjukan busana, menari, menyanyi, dan sebagainya.

Ia menginginkan agar selalu ada acara yang dapat digelar secara rutin setiap hari Sabtu yang merupakan hari libur bagi instansi pemerintah sehingga dapat menarik banyak kunjungan.

"Alun-alun Kota Kupang akan dijadikan sebagai ruang yang bisa mengembangkan potensi anak-anak, meningkatkan UMKM dan kuliner dan juga mendorong geliat pariwisata," katanya.

Dengan adanya acara yang digelar secara rutin maka akan membuat suasana Kota Kupang semakin semarak dan menjadi kota tujuan yang menarik untuk dikunjungi.

Tidak hanya di Alun-Alun Kota Kupang, semua taman kota yang sudah dibangun oleh pemerintah Kota Kupang juga perlu dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang dapat menghidupkan suasana kota.

George Hadjoh mengatakan telah menugaskan Dinas Pariwisata untuk bekerja sama dengan berbagai kelompok etnis dan lembaga masyarakat untuk menggelar berbagai kegiatan.

"Pemusik-pemusik yang mempunyai talenta bisa dieksplorasi di sini dan semua warga Kota Kupang bisa membuat acara di sini dan pemerintah hanya memfasilitasi untuk menggerakkannya," katanya.