Pemkab Manggarai bangun jalan alternatif Ruteng-Reo
Jumat, 25 Januari 2019 13:15 WIB
Ruas jalan yang menghubungkan Ruteng-Reo di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, NTT putus total akibat badan jalan tergerus banjir pada Kamis (24/1). (ANTARA Foto/Ist)
Kupang (ANTARA News NTT) - Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur membangun jalan alternatif agar akses transportasi di ruas jalan negara Reo-Ruteng yang putus akibat tanah longsor tetap berjalan dengan lancar.
Bupati Manggarai Deno Kamleus yang dihubungi Antara dari Kupang, Jumat (25/1), menjelaskan, pembangunan jalan alternatif itu sebagai langkah tanggap darurat yang dilakukan pemerintah setempat dalam upaya penangulangan bencana tanah longsor di Desa Salama, Kecamatan Reok, sehingga memutuskan akses transportasi jalan negara Ruteng-Reo pada Kamis (24/1).
Ia menjelaskan pembangunan jalan alternatif sangat diperlukan mengingat jalur jalan negara Ruteng-Reo merupakan jalur utama akses ekonomi bagi kebutuhan masyarakat daerah itu.
"Kami hanya memberikan bantuan tanggap darurat agar akses transportasi bisa berjalan dengan lancar agar suplai kebutuhan BBM tidak terhambat. Jalan alternatif sudah bisa dilintasi kendaraan," kata Deno.
Orang nomor satu di Kabupaten Manggarai ini berharap jalan negara Ruteng-Reo yang amblas akibat tanah longsor sebagai dampak curah hujan yang tinggi di daerah itu dapat segera diperbaiki sehingga distribusi berbagai kebutuhan masyrakat Ruteng khususnya BBM tidak terhambat.
"Kewenangan untuk memperbaiki jalan negara ini ada pada Satker jalan negara. Kami hanya sebatas kordinasi agar jalan negara ini bisa segera diperbaiki sehingga akses transportasi barang dan penumpang bisa berjalan dengan normal kembali," kata Deno.
Ruas jalan negara Ruteng-Reo tepatnya di Kampung Nunang, Desa Salama, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, longsor dan menyebabkan akses transportasi Ruteng-Reo maupun sebalikanya putus total pada Kamis (24/1).
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai menyebabkan sungai Wae Pesi meluap dan mengakibatkan tanah longsor yang memutuskan akses transportasi yang menghubungkan dua daerah itu.
Baca juga: Trans Ruteng-Reo putus akibat longsor
Baca juga: Lembata Terisolasi Akibat Longsor
Bupati Manggarai Deno Kamleus yang dihubungi Antara dari Kupang, Jumat (25/1), menjelaskan, pembangunan jalan alternatif itu sebagai langkah tanggap darurat yang dilakukan pemerintah setempat dalam upaya penangulangan bencana tanah longsor di Desa Salama, Kecamatan Reok, sehingga memutuskan akses transportasi jalan negara Ruteng-Reo pada Kamis (24/1).
Ia menjelaskan pembangunan jalan alternatif sangat diperlukan mengingat jalur jalan negara Ruteng-Reo merupakan jalur utama akses ekonomi bagi kebutuhan masyarakat daerah itu.
"Kami hanya memberikan bantuan tanggap darurat agar akses transportasi bisa berjalan dengan lancar agar suplai kebutuhan BBM tidak terhambat. Jalan alternatif sudah bisa dilintasi kendaraan," kata Deno.
Orang nomor satu di Kabupaten Manggarai ini berharap jalan negara Ruteng-Reo yang amblas akibat tanah longsor sebagai dampak curah hujan yang tinggi di daerah itu dapat segera diperbaiki sehingga distribusi berbagai kebutuhan masyrakat Ruteng khususnya BBM tidak terhambat.
"Kewenangan untuk memperbaiki jalan negara ini ada pada Satker jalan negara. Kami hanya sebatas kordinasi agar jalan negara ini bisa segera diperbaiki sehingga akses transportasi barang dan penumpang bisa berjalan dengan normal kembali," kata Deno.
Ruas jalan negara Ruteng-Reo tepatnya di Kampung Nunang, Desa Salama, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, longsor dan menyebabkan akses transportasi Ruteng-Reo maupun sebalikanya putus total pada Kamis (24/1).
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai menyebabkan sungai Wae Pesi meluap dan mengakibatkan tanah longsor yang memutuskan akses transportasi yang menghubungkan dua daerah itu.
Baca juga: Trans Ruteng-Reo putus akibat longsor
Baca juga: Lembata Terisolasi Akibat Longsor
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Geologi: Dinding kawah Gunung Kelimutu longsor akibat curah hujan tinggi
12 January 2026 18:19 WIB
Mendagri pastikan mampu tak mampu pemerintah pusat bantu daerah terkena bencana
02 December 2025 9:38 WIB
Korban meninggal akibat banjir di Aceh, Sumut, Sumbar bertambah jadi 442 jiwa
01 December 2025 9:48 WIB
BMKG: Fenomena Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum terjadi di Selat Malaka
27 November 2025 9:46 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB