Bencana alam di NTT didominasi puting beliung dan banjir
Senin, 28 Januari 2019 13:59 WIB
Bencana angin kencang melanda sejumlah wilayah di NTT yang mengakibatkan sebagian rumah penduduk hancur. (ANTARA Foto/dok)
Kupang (ANTARA News NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur mencatat bencana alam yang melanda wilayah provinsi kepulauan ini dari Desember 2018 hingga Januari 2019, umumnya didominasi angin puting beliung dan banjir.
"Dari laporan sementara, kejadian bencana di daerah ini lebih disebabkan karena angin kencang dan banjir akibat hujan yang terus mengguyur wilayah ini," kata Kepala Pelaksana BPBD NTT Tini Thadeus kepada Antara di Kupang, Senin (28/1).
Di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, misalnya, tercatat 45 rumah penduduk terendam banjir dan 12 rumah lainnya mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung.
Sementara di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), enam rumah warga juga terendam banjir, dan sembilan rumah di Kabupaten Sumba Timur rusak akibat diterpa angin kencang.
"Artinya, dari laporan sementara, bencana alam yang terjadi di NTT saat ini lebih disebabkan karena banjir dan angin puting beliung, katanya menjelaskan.
Karena itu, ia meminta BPBD di setiap kabupaten/kota se-NTT agar tetap mengaktifkan posko bencana, agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat.
Tini Thadeus juga berharap, BPBD di kabupaten/kota sebagai ujung tombak di lapangan agar tetap siaga, dan segera mengambil tindakan jika terjadi bencana.
Baca juga: Kerugian akibat bencana hidrometeorologi masih didata
Baca juga: Bencana hidrometeorologi tewaskan 12 orang
"Dari laporan sementara, kejadian bencana di daerah ini lebih disebabkan karena angin kencang dan banjir akibat hujan yang terus mengguyur wilayah ini," kata Kepala Pelaksana BPBD NTT Tini Thadeus kepada Antara di Kupang, Senin (28/1).
Di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, misalnya, tercatat 45 rumah penduduk terendam banjir dan 12 rumah lainnya mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung.
Sementara di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), enam rumah warga juga terendam banjir, dan sembilan rumah di Kabupaten Sumba Timur rusak akibat diterpa angin kencang.
"Artinya, dari laporan sementara, bencana alam yang terjadi di NTT saat ini lebih disebabkan karena banjir dan angin puting beliung, katanya menjelaskan.
Karena itu, ia meminta BPBD di setiap kabupaten/kota se-NTT agar tetap mengaktifkan posko bencana, agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat.
Tini Thadeus juga berharap, BPBD di kabupaten/kota sebagai ujung tombak di lapangan agar tetap siaga, dan segera mengambil tindakan jika terjadi bencana.
Baca juga: Kerugian akibat bencana hidrometeorologi masih didata
Baca juga: Bencana hidrometeorologi tewaskan 12 orang
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina dan BPBD Kota Kupang latih pelajar di Kupang tanggap darurat bencana
02 February 2026 20:47 WIB
Menteri PU: Total indikasi anggaran penanganan bencana Sumatera mencapai Rp74 triliun
27 January 2026 15:45 WIB
LKBN ANTARA memperkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 15:31 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB