Angin kencang rontokan 51 rumah di NTT
Kamis, 7 Februari 2019 14:55 WIB
Rumah penduduk Desa Manusak di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT yang rusak diterjang angin puting beliung. (ANTARA Foto/ist)
Kupang (ANTARA News NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat sekitar 51 unit rumah warga milik masyarakat daerah ini rontok dihajar angin kencang sepanjang Desember 2018 sampai Januari 2019.
"Dampak kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Kupang, dan membuat para penghuninya harus mengungsi," ," kata Kepala BPBD Provinsi NTT Tini Tadeus kepada Antara di Kupang, Kamis (7/2).
Data yang dihimpun Antara menunjukkan, jumlah kerusakan yang paling banyak terjadi di Kabupaten Kupang yakni sebanyak 27 rumah yang terdampak angin puting beliung.
Selain itu, 12 rumah di Kabupaten Sikka yang rusak akibat angin kencang, 11 rumah di Kabupaten Sumba Timur, dan satu rumah di Kabupaten Belu.
"Ada rumah warga yang mengalami kerusakan parah sehingga korban harus mengungsi ke tetangga maupun keluarganya seperti yang terjadi di Sumba Timur dan Kabupaten Kupang," katanya.
Ia mengatakan angin puting beliung juga menghajar fasilitas pendidikan, seperti kerusakan satu ruang kelas dan satu ruang perpustakaan di Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu serta SMAN-3 Takari di Kabupaten Kupang.
Menurut Tadeus, dampak kerusakan akibat bencana ini ditangani oleh masing-masing pemerintah daerah berupa bantuan logistik dan bahan-bahan bangunan.
Baca juga: Dua SD di Kabupaten Kupang diterjang puting beliung
Baca juga: Bencana alam di NTT didominasi puting beliung dan banjir
"Dampak kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Kupang, dan membuat para penghuninya harus mengungsi," ," kata Kepala BPBD Provinsi NTT Tini Tadeus kepada Antara di Kupang, Kamis (7/2).
Data yang dihimpun Antara menunjukkan, jumlah kerusakan yang paling banyak terjadi di Kabupaten Kupang yakni sebanyak 27 rumah yang terdampak angin puting beliung.
Selain itu, 12 rumah di Kabupaten Sikka yang rusak akibat angin kencang, 11 rumah di Kabupaten Sumba Timur, dan satu rumah di Kabupaten Belu.
"Ada rumah warga yang mengalami kerusakan parah sehingga korban harus mengungsi ke tetangga maupun keluarganya seperti yang terjadi di Sumba Timur dan Kabupaten Kupang," katanya.
Ia mengatakan angin puting beliung juga menghajar fasilitas pendidikan, seperti kerusakan satu ruang kelas dan satu ruang perpustakaan di Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu serta SMAN-3 Takari di Kabupaten Kupang.
Menurut Tadeus, dampak kerusakan akibat bencana ini ditangani oleh masing-masing pemerintah daerah berupa bantuan logistik dan bahan-bahan bangunan.
Baca juga: Dua SD di Kabupaten Kupang diterjang puting beliung
Baca juga: Bencana alam di NTT didominasi puting beliung dan banjir
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Manggarai identifikasi puluhan rumah rusak akibat angin puting beliung
10 January 2024 15:02 WIB, 2024
BMKG: Kelembaban udara dan labilitas picu puting beliung di Pulau Sumba
29 April 2023 16:00 WIB, 2023
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB