Jakarta (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat kerja sama guna mendukung pemerintah mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia, salah satunya di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), Pelindo bekerja sama dengan pemerintah daerah, sektor swasta lainnya, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting di kota tersebut.
"Kerja sama multipihak ini diharapkan memberikan dampak lebih luas dan berkelanjutan sehingga prevalensi stunting di Kota Kupang dan secara umum di Provinsi NTT bisa turun signifikan," kata Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ardhy Wahyu Basuki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan Pelindo pada Rabu (26/2/2025) turut ambil bagian di acara workshop bertajuk "Pencegahan Stunting Terintegrasi Berbasis Komunitas" di Kota Kupang.
Workshop itu bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai isu dan permasalahan stunting di NTT, meningkatkan keterlibatan berbagai pihak dalam pencegahan dan penanganan stunting serta mendorong kerja sama yang lebih luas untuk mendukung penurunan angka stunting di Kota Kupang.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang.
Berdasarkan data aplikasi e-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Juni 2024, angka stunting di Kota Kupang mencapai 18,8 persen atau sebanyak 4.233 balita. Selain itu, 11,4 persen balita termasuk kategori wasting, sementara 22,3 persen lainnya masuk dalam kategori underweight.
Tiga wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, yaitu Kecamatan Kelapa Lima, Maulafa, dan Kota Radja.
Ardhy mengatakan sebagai BUMN jasa kepelabuhanan yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, Pelindo memiliki tanggung jawab untuk memastikan keberadaannya memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.
"Melalui program TJSL, kami mengemban amanat untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup, termasuk pencegahan stunting melalui edukasi gizi, pemberian makanan tambahan bergizi serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi ibu dan anak," ujarnya.
Upaya pencegahan stunting di Kota Kupang mencakup berbagai langkah strategis, di antaranya peningkatan akses terhadap pangan bergizi dengan memperkuat ketahanan pangan lokal, edukasi mengenai pola makan sehat serta kesehatan ibu dan anak, peningkatan kualitas layanan kesehatan serta penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan angka stunting di Kota Kupang dapat terus menurun hingga mencapai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTT, yaitu 12 hingga 10 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelindo perkuat kerja sama cegah stunting di Kota Kupang
Pelindo memperkuat kerja sama cegah stunting di Kota Kupang
Acara workshop bertajuk "Pencegahan Stunting Terintegrasi Berbasis Komunitas" di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/2/2025). ANTARA/HO-Pelindo
Acara workshop bertajuk "Pencegahan Stunting Terintegrasi Berbasis Komunitas" di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/2/2025). ANTARA/HO-Pelindo