Logo Header Antaranews Kupang

Undana menggandeng sejumlah PTN di NTT atasi stunting

Selasa, 3 Maret 2026 13:20 WIB
Image Print
Rektor Undana Prof Jefri S Bale (kelima kanan) berpose bersama pimpinan kampus di Undana usai lakukan pertemuan. ANTARA/HO-Undana

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membentuk konsorsium riset bersama guna mengatasi stunting dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan serius di daerah itu.

Rektor Undana Prof Jefri S. Bale di Kupang, Selasa, menegaskan pembentukan konsorsium menjadi langkah strategis untuk menghentikan pola kerja parsial antar-kampus di NTT.

“Ke depan kita tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Kita hadir sebagai kekuatan bersama perguruan tinggi untuk NTT," katanya dalam pertemuan pimpinan kampus di Ruang Rapat Rektor Undana.

Sejumlah PTN yang digandeng antara lain Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Politeknik Negeri Kupang (PNK), dan Universitas Timor (Unimor).

Jefri mengatakan semuanya disatukan dalam satu platform riset terintegrasi berbasis sains dan kebutuhan riil masyarakat.

"Jika seluruh kepakaran dan sumber daya kita dikonsolidasikan, maka solusi yang dihasilkan akan lebih komprehensif dan berdampak nyata,” ujarnya.

Menurut dia, isu stunting dan kemiskinan tidak bisa ditangani secara sektoral karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga tata kelola ekonomi desa.

“Ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi panggilan kemanusiaan. Perguruan tinggi harus hadir memberi solusi berbasis riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Konsorsium yang dibentuk itu, ujar dia, akan menyusun proposal riset bersama untuk diajukan ke Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pendekatan yang digunakan bersifat multidisiplin, menggabungkan keilmuan pertanian, kesehatan, teknik, sosial, dan ekonomi.

Selain penguatan riset, kerja sama ini juga mencakup keterbukaan akses fasilitas laboratorium, pemanfaatan jurnal internasional, serta kolaborasi dalam publikasi ilmiah terindeks nasional dan internasional.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof Annytha I. R. Detha menyebut konsorsium juga akan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dosen.

“Kami menginisiasi pendampingan bersama untuk percepatan jabatan fungsional dosen hingga guru besar. Sinergi ini tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga memperkuat kualitas akademik seluruh kampus anggota,” ujarnya.

Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias menyambut baik pembentukan konsorsium tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas kampus akan membuat intervensi terhadap masalah ketahanan pangan dan gizi masyarakat lebih sistematis dan terukur.

“Dengan konsorsium, program pengabdian masyarakat tidak lagi sporadis. Kita bisa menyasar desa-desa prioritas dengan pendekatan yang lebih terintegrasi,” katanya.

Senada, Direktur PNK Janri D. Manafe menyatakan komitmennya untuk mengerahkan pusat penelitian dan pengabdian masyarakat dalam merumuskan program konkret.

“Kami siap bersinergi untuk memperkuat tata kelola riset dan layanan publik yang lebih berkualitas serta relevan dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026