Dua Kapal Feri Dihantam Ombak
Jumat, 27 Januari 2017 13:32 WIB
Dua kapal feri, masing-masing KMP Ine Rie II dan KMP Ile Labalekan diperintahkan kembali ke pelabuhan penyeberangan Bolok Kupang akibat dihantam gelombang besar, Kamis (26/1), ketika sedang berlayar menuju Aimere dan Larantuka. (Foto ANTARA/Kornelis
Kupang (Antara NTT) - PT (Persero) Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kupang memerintahkan dua buah kapal feri yang sedang berlayar untuk kembali ke pelabuhan Bolok Kupang, karena dihantam gelombang besar di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.
"Dua kapal kami suruh kembali ke pelabuhan itu adalah KMP Ine Rie II dan KMP Ile Labalekan," kata Kepala ASDP Kupang Arnoldus Yansen kepada wartawan di Kupang, Kamis.
Kedua kapal tersebut, kata Arnold, sedang berlayar dari Kupang menuju Aimere di Kabupaten Nagekeo dan Larantuka di Kabupaten Flores Timur.
"Kedua kapal feri tersebut sudah berlayar kurang lebih dua sampai tiga jam menuju ke Aimere dan Larantuka, namun para penumpang ketakutan akibat kapal terus dihantam gelombang besar. Kami perintahkan untuk kembali ke pelabuhan Bolok di Kupang," katanya.
Ia mengatakan para penumpang tidak kuat, mabuk dan muntah karena gelombang besar dan angin kencang sehingga mereka tak sanggup untuk melanjutkan pelayaran menuju kota tujuan di Aimere dan Larantuka.
"Demi keselamatan para penumpang, kedua kapal feri itu saya perintahkan untuk kembali ke pelabuhan pemberangkatan di Bolok Kupang," kata Yansen.
Ia menambahkan mulai Jumat (27/1), pihaknya akan menghentikan semua lintasan penyeberangan di Nusa Tenggara Timur karena cuaca buruk yang tengah melanda wilayah perairan setempat.
Penutupan sejumlah lintasan tersebut, lanjutnya, akan dilakukan hingga Sabtu (28/1) atau Minggu (29/1) sambil melihat perkembangan dan situasi cuaca di NTT dengan melakukan koordinasi dengan BMKG.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi publik di Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai cuaca buruk selama empat hari ke depan terhitung hari Kamis (26/1).
"Potensi hujan lebat disertai petir di Kalabahi, Atambua, Lewoleba, Kupang, SoE dan Ruteng diperkirakan mengguyur kota-kota tersebut untuk empat hari ke depan," demikian peringatan dini BMKG melalui lamannya dan diakses Antara di Kupang, Kamis.
Peringatan itu juga berlaku bagi para operator kapal motor penyeberangan dan nelayan modern serta tradisional karena potensi gelombang tinggi diatas 2.5 meter di Samudera Hindia selatan NTT, Laut Timor selatan NTT, Laut Sawu, dan Selat Sumba bagian barat.
Dari pantauan kondisi atmosfer terkini terdapat potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar daerah-daerah terebut dalam tenggat empat hari ke depan terhitung tanggal 26-30 Januari 2017.
Peringatan itu juga disiarkan BMKG Stasiun Lasiana Kupang kepada warga setempat yang akan melakukan aktivitas lokalan maupun perjalan menggunakan sarana transportasi laut agar lebih waspada.
"Harap di waspadai untuk wilayah pelayaran perairan NTT selama empat hari ke depan terdapat gelombang tinggi maksimum antara 3-5 meter hingga 4,0 meter serta adanya angin kencang mencapai hingga 30 knot atau sebesar 56 kilometer per jam," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang Apolinaris Geru.
"Dua kapal kami suruh kembali ke pelabuhan itu adalah KMP Ine Rie II dan KMP Ile Labalekan," kata Kepala ASDP Kupang Arnoldus Yansen kepada wartawan di Kupang, Kamis.
Kedua kapal tersebut, kata Arnold, sedang berlayar dari Kupang menuju Aimere di Kabupaten Nagekeo dan Larantuka di Kabupaten Flores Timur.
"Kedua kapal feri tersebut sudah berlayar kurang lebih dua sampai tiga jam menuju ke Aimere dan Larantuka, namun para penumpang ketakutan akibat kapal terus dihantam gelombang besar. Kami perintahkan untuk kembali ke pelabuhan Bolok di Kupang," katanya.
Ia mengatakan para penumpang tidak kuat, mabuk dan muntah karena gelombang besar dan angin kencang sehingga mereka tak sanggup untuk melanjutkan pelayaran menuju kota tujuan di Aimere dan Larantuka.
"Demi keselamatan para penumpang, kedua kapal feri itu saya perintahkan untuk kembali ke pelabuhan pemberangkatan di Bolok Kupang," kata Yansen.
Ia menambahkan mulai Jumat (27/1), pihaknya akan menghentikan semua lintasan penyeberangan di Nusa Tenggara Timur karena cuaca buruk yang tengah melanda wilayah perairan setempat.
Penutupan sejumlah lintasan tersebut, lanjutnya, akan dilakukan hingga Sabtu (28/1) atau Minggu (29/1) sambil melihat perkembangan dan situasi cuaca di NTT dengan melakukan koordinasi dengan BMKG.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi publik di Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai cuaca buruk selama empat hari ke depan terhitung hari Kamis (26/1).
"Potensi hujan lebat disertai petir di Kalabahi, Atambua, Lewoleba, Kupang, SoE dan Ruteng diperkirakan mengguyur kota-kota tersebut untuk empat hari ke depan," demikian peringatan dini BMKG melalui lamannya dan diakses Antara di Kupang, Kamis.
Peringatan itu juga berlaku bagi para operator kapal motor penyeberangan dan nelayan modern serta tradisional karena potensi gelombang tinggi diatas 2.5 meter di Samudera Hindia selatan NTT, Laut Timor selatan NTT, Laut Sawu, dan Selat Sumba bagian barat.
Dari pantauan kondisi atmosfer terkini terdapat potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar daerah-daerah terebut dalam tenggat empat hari ke depan terhitung tanggal 26-30 Januari 2017.
Peringatan itu juga disiarkan BMKG Stasiun Lasiana Kupang kepada warga setempat yang akan melakukan aktivitas lokalan maupun perjalan menggunakan sarana transportasi laut agar lebih waspada.
"Harap di waspadai untuk wilayah pelayaran perairan NTT selama empat hari ke depan terdapat gelombang tinggi maksimum antara 3-5 meter hingga 4,0 meter serta adanya angin kencang mencapai hingga 30 knot atau sebesar 56 kilometer per jam," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang Apolinaris Geru.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov NTT menyediakan layanan feri gratis ke Larantuka untuk prosesi Semana Santa
29 March 2026 17:46 WIB
ASDP dan operator swasta memperkuat integritas data manifes kapal feri
13 August 2025 7:20 WIB, 2025
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov NTT konsolidasikan satu data percepat pemulihan dampak gempa Flores
17 September 2026 21:51 WIB