Pedagang takjil mulai marak di bulan Ramadhan
Senin, 6 Mei 2019 17:15 WIB
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kanan) ketika berdialog dengan para pedagang tajil di Jalan Urip Sumohardjo Kupang, Senin (6/5). (ANTARA FOTO/ Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Penjualan takjil atau makanan berbuka puasa yang dilakukan secara musiman pada bulan Ramadhan mulai marak di sejumlah ruas jalan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seperti yang dipantau Antara di Kupang (NTT), Senin (6/5) , para pedagang kuliner musiman ini pada umumnya menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa seperti kue wajik, es kelapa muda, cendol, kolak, bubur kacang hijau, lemper, sate, opor ayam, ikan bakar, serta berbagai jenis makanan khas NTT.
Sejumlah ruas jalan yang telah dipadati para pedagang kuliner seperti Jalan Urip Sumaharjo, Jalan Sukarno, Kecamatan Kota lama, Kawasan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.
"Setiap bulan puasa kami melakukan usaha seperti ini karena menjadi peluang usaha baru bagi kami," kata Ny Mimi (60), warga Kampung Solor ketika ditemui Antara di lokasi penjualan takjil di Jalan Urip Sumaharjo, Kota Kupang.
Ia mengatakan para pedagang yang menjajankan berbagai jenis takjil pada umumnya merupakan warga Kampung Solor, Selam, Air Mata, serta sejumlah wilayah di Kota Kupang.
Mimi mengaku telah menjalankan usaha jualan kuliner untuk berbuka puasa dilakukannya sejak lima tahun silam. "Sudah lima tahun kami membuka usaha kuliner musiman seperti ini karena usahanya menjanjikan. Hasilnya juga lumayan untuk pendapatan keluarga," kata Mimi.
Menurut dia, para konsumen yang datang membeli makanan berbuka puasa tidak hanya warga yang sedang menjalankan puasa tetapi warga yang bukan beragama Islam juga datang membeli makanan siap saji di kawasan itu.
"Kami sangat senang karena yang membeli takjil bukan saja warga muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi yang non-muslim juga banyak yang datang membeli. Usaha musiman ini sangat menjanjikan bagi pendapatan ekonomi keluarga kami," kata Mimi.
Baca juga: Pedagang takjil jangan gunakan zat berbahaya
Baca juga: Takjil Ramadhan Laik Konsumsi
Seperti yang dipantau Antara di Kupang (NTT), Senin (6/5) , para pedagang kuliner musiman ini pada umumnya menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa seperti kue wajik, es kelapa muda, cendol, kolak, bubur kacang hijau, lemper, sate, opor ayam, ikan bakar, serta berbagai jenis makanan khas NTT.
Sejumlah ruas jalan yang telah dipadati para pedagang kuliner seperti Jalan Urip Sumaharjo, Jalan Sukarno, Kecamatan Kota lama, Kawasan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.
"Setiap bulan puasa kami melakukan usaha seperti ini karena menjadi peluang usaha baru bagi kami," kata Ny Mimi (60), warga Kampung Solor ketika ditemui Antara di lokasi penjualan takjil di Jalan Urip Sumaharjo, Kota Kupang.
Ia mengatakan para pedagang yang menjajankan berbagai jenis takjil pada umumnya merupakan warga Kampung Solor, Selam, Air Mata, serta sejumlah wilayah di Kota Kupang.
Mimi mengaku telah menjalankan usaha jualan kuliner untuk berbuka puasa dilakukannya sejak lima tahun silam. "Sudah lima tahun kami membuka usaha kuliner musiman seperti ini karena usahanya menjanjikan. Hasilnya juga lumayan untuk pendapatan keluarga," kata Mimi.
Menurut dia, para konsumen yang datang membeli makanan berbuka puasa tidak hanya warga yang sedang menjalankan puasa tetapi warga yang bukan beragama Islam juga datang membeli makanan siap saji di kawasan itu.
"Kami sangat senang karena yang membeli takjil bukan saja warga muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi yang non-muslim juga banyak yang datang membeli. Usaha musiman ini sangat menjanjikan bagi pendapatan ekonomi keluarga kami," kata Mimi.
Baca juga: Pedagang takjil jangan gunakan zat berbahaya
Baca juga: Takjil Ramadhan Laik Konsumsi
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPOM bilang mendeteksi senyawa kimia berbahaya pada 9.262 sampel takjil
01 April 2024 16:59 WIB, 2024
Ikatan Keluarga Lamaholot Sorsel, Papua Barat rawat toleransi dengan bagikan takjil
19 March 2024 22:00 WIB, 2024
BPOM sebut ada 1,1 persen dari sampel takjil mengandung bahan berbahaya
17 April 2023 13:00 WIB, 2023
Loka POM Ende tidak menemukan bahan berbahaya dalam takjil dua kabupaten
15 April 2022 18:20 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB